Kesehatan

Kamis, 18 Maret 2021 10:10 WIB

Jangan Percaya, Deretan Makanan Sehat Ini Ternyata Hanya Mitos

Editor: Hadi Ismanto

Deretan makanan sehat yang ternyata hanya mitos. (Foto: PMJ News/Dok Net).

PMJ NEWS - Saat ini ada banyak informasi mengenai makanan sehat yang dapat Anda ditemukan di internet. Namun di antara beragam informasi tersebut, sebagian di antaranya hanya mitos.

Seorang ahli gizi dan pendiri Vita-Sol, Fiona Tuck mengungkapkan beberapa mitos seputar makanan dan pola makan sehat. Seperti dilansir di laman MamaMia, Kamis (18/3/2021), berikut ini adalah sembilan mitos tersebut.

1. Makanan bebas gluten selalu lebih sehat
Makanan bebas gluten memang lebih baik dikonsumsi untuk orang-orang yang menderita penyakit celiac atau intoleransi gluten. Akan tetapi, orang-orang yang tak memiliki masalah tersebut sebenarnya tak perlu ikut-ikutan mengonsumsi makanan bebas gluten.

Hanya mengonsumsi makanan bebas gluten justru tidak baik untuk nonpenderita penyakit celiac. Alasannya, makanan ini rendah akan serat.

Dalam memilih roti misalnya, roti bebas gluten merupakan pilihan yang lebih sehat untuk penderita penyakit celiac. Namun untuk nonpenderita penyakit celiac, roti gandum utuh merupakan pilihan yang lebih menyehatkan karena kaya akan gizi dan serat.

2. Jus dan smoothie menu sarapan tersehat
Jus dan smoothie bukan opsi sarapan yang sehat. Meski dibuat sendiri, jus atau smoothie dari buah-buahan umumnya tinggi akan kandungan gula karena membuat smoothie atau jus tak cukup hanya dengan satu buah saja.

Di sisi lain, jus atau smoothie yang dijual bebas biasanya mengandung gula tambahan. Bila memang ingin mengonsumsi jus atau smoothie, lebih baik gunakan sayur-sayuran sebagai bahan dasarnya dibandingkan buah yang manis.

Akan tetapi, beberapa jenis sayur seperti beetroot dan wortel juga diketahui mengandung gula yang lebih tinggi dibandingkan sayur lainnya.

"Jadi bila memungkinkan, pilih makanan utuh dibandingkan jus karena (sayur atau buah utuh) juga mengandung serat, dan Anda akan mengonsumsi dalam jumlah yang lebih sedikit," kata Tuck.

3. Sari almond lebih sehat
Saat ini, sari almond atau yang lebih dikenal sebagai susu almond menjadi salah satu alternatif susu sapi yang populer. Susu yang terbuat dari pangan nabati sebenarnya bukan alternatif susu sapi yang lebih sehat, kecuali untuk orang-orang yang memang memiliki alergi.

"(Susu berbasis tanaman) bisa memiliki kandungan minyak tanaman, pengental, emulsifier, dan gula yang tinggi serta rendah nutrisi," ujar Tuck.

Susu kedelai memiliki profil nutrisi yang paling dekat dengan susu biasa. Namun bila tetap ingin mengonsumsi susu berbasis tanaman, pastikan produk yang digunakan bebas dari tambahan minyak atau gula, dan sudah terfortifikasi dengan kalsium.

4. Telur buruk untuk jantung
Banyak rumor yang meyakini telur dapat meningkatkan kadar kolesterol dan membahayakan kesehatan jantung. Padahal, penelitian terkait telur menunjukkan hasil berbeda.

Menurut Heart Foundation, konsumsi telur hampir tak memberikan efek terhadap kadar kolesterol darah. Konsumsi telur justru direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Yang perlu diperhatikan adalah makanan-makanan lain yang dikonsumsi bersamaan dengan telur. Mengonsumsi teur dengan mentega dan krim serta daging asap tentu tidak menyehatkan.

5. Pisang buruk untuk kesehatan karena kandungan gulanya
Berlawanan dengan mitos ini, pisang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Selain kaya akan serat, pisang juga kaya akan vitamin B6, kalium, magnesium, dan mangan.

"Satu pisang matang berukuran sedang mengandung sekitar 110 kalori, 0 gram lemak, satu gram protein, 28 gram karbohidrat, 15 gram gula, dan tiga gram serat," ujar Tuck.

BERITA TERKAIT