Kesehatan

Selasa, 14 September 2021 10:50 WIB

6 Makanan Tak Sehat yang Wajib Dihindari di Usia 40 Tahun

Editor: Hadi Ismanto

Tetap sehat saat berusia 40 tahun adalah pilihan yang dapat diupayakan. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/Hadi).

PMJ NEWS - Tak dapat dipungkiri semua orang akan menjadi tua. Seiring dengan bertambah usia tentu ada banyak perubahan yang terjadi, termasuk metabolisme tubuh yang kian melambat.

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (14/9/2021), saat seseorang memasuki usia 40 tahun maka metabolisme tubuh akan melambat. Bahkan sebagian orang merasakan adanya kerutan dan rambut beruban.

Kendati begitu, tetap sehat seiring bertambahnya usia adalah pilihan yang dapat diupayakan. Salah satunya menerapkan pola hidup sehat dengan membatasi asupan makanan yang tidak sehat.

Berikut sejumlah makanan dan minuman yang wajib dihindari saat memasuki usia 40 tahun:

1. Margarin
Makanan ini sebetulnya tidak baik untuk usia berapa pun. Namun, ketika berusia 40 tahun, efek merugikan margarin terhadap kesehatan akan lebih terasa.

Menurut ahli diet sekaligus penulis What Doctors Eat dan The 21-Day Belly Fix, Dr Tasneem Bhatia, MD, margarin mengandung lemak dan tidak semua lemak diciptakan sama. Lemak pada margarin cenderung memiliki reputasi buruk alih-alih sehat.

Margarin mengandung lemak trans yang akan merusak hidrasi tubuh. "Semakin sedikit kulit kita terhidrasi, kerutan akan semakin cepat muncul," ungkap Dr Taz.

2. Kue Tinggi Gula
Ahli diet dari Medifast, Alexandra Miller, RDN, LDN menjelaskan, kue-kue yang dipanggang dan tinggi gula sering kali tinggi kandungan gula dan lemak tambahan yang dapat memicu penambahan berat badan dan kesehatan gigi yang buruk.

Sementara dokter kulit sekaligus penulis The Beauty of Dirty Skin, Whitney Bowe menjelaskan gula dapat menyebabkan banyak perubahan, dari membran sel dan arteri hingga hormon, sistem kekebalan, kesehatan usus, dan mikrobioma di usus dan kulit.

Selain meningkatkan insulin dan peradangan, terlalu banyak gula dapat menyebabkan kulit menua lebih cepat melalui proses glikasi. Glikasi adalah istilah biokimia untuk ikatan molekul gula dengan protein, lemak, dan asam amino, yang merupakan ciri utama penuaan.

"Para peneliti menemukan hubungan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) dengan arteri yang mengeras, saraf mengeras, kerutan, dan berbagai potensi penyakit lainnya," kata dia, seperti dilansir The Healthy.

3. Daging Olahan
Daging olahan tinggi natrium, lemak jenuh, dan nitrat (pengawet), seperti sosis, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.

Ahli gizi teregitrasi sekaligus penulis 2-Day Diabetes Diet, Erin Palinski-Wade, RD, CDE menjelaskan, terlalu banyak mengonsumsi daging olahan berkaitan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker perut yang lebih tinggi.

Sebab, pengawet yang digunakan di dalam daging olahan dapat memicu radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas menyebabkan oksidasi sel dan DNA, serta dapat menyebabkan kerusakan dalam tubuh yang memicu kanker dan penyakit lainnya.

Jika memang akan mengonsumsi daging olahan, Palinski-Wade menyarankan untuk memilih daging yang dibuat tanpa nitrat serta pilih alternatif yang lebih rendah lemak dan natrium, jika itu memungkinkan.

4. Ayam Goreng Cepat Saji
Makanan ini juga kurang baik jika dikonsumsi secara berlebihan pada usia berapa pun. Palinski-Wade menjelaskan, memasak daging pada suhu yang sangat tinggi dapat meningkatkan kadar HCA dalam protein yang bersifat karsinogenik.

Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi daging goreng cepat saji berlebih dengan kanker kolorektal, pankreas, dan prostat. Meskipun penelitian masih terus dilakukan, hal terbaik adalah membatasi konsumsi makanan ini seiring bertambahnya usia.

"Batasi porsinya, misalnya satu porsi per minggu," ucap Palinski-Wade.

5. Karbohidrat Olahan
Karbohidrat olahan, seperti roti putih, pasta, dan lainnya memiliki tingkat Indeks Glikemik (GI) tinggi. Sumber karbohidrat ini akan dengan cepat meningkatkan gula darah dan menjadi faktor penyebab penyakit jantung, penambahan berat badan, dan diabetes.

Selain itu, pola makan tinggi karbohidrat olahan juga kurang baik untuk kulit. Ahli gizi menyebut sumber karbohidrat olahan dapat meningkatkan hormon yang merangsang produksi minyak.

Hormon-hormon tersebut bahkan dapat mengubah komposisi minyak pada kulit kita dan membuatnya lebih rentan terhadap pembentukan jerawat.

Makanan dengan GI tinggi juga dapat menyebabkan pelepasan hormon growth factor 1 (IGF-1).

6. Makanan Beku
Makanan beku (frozen food) memang praktis. Namun, terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan yang dibekukan tidak baik bagi kesehatan, bahkan untuk orang dengan usia berapa pun.

"Makanan beku tinggi akan natrium. Natrium berkontribusi terhadap retensi air dan penampilan yang tampak lebih tua secara keseluruhan, termasuk perut buncit," ujar Kayleen St John, RD dari sekolah memasak sehat, Natural Gourmet Institute.

BERITA TERKAIT