News

Selasa, 22 Juni 2021 19:36 WIB

Hadiri Seminar BEM PTMI, Polri: Tak Semua Wilayah Papua Diganggu KKB

Editor: Hadi Ismanto

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono saat memberikan keterangan pers. (Foto: PMJ News).

PMJ NEWS - Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri mengisi seminar yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Seluruh Indonesia (PTMI).

Dalam seminar tersebut, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (

Kabaintelkam Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw menjadi salah satu pembicara. (Foto: PMJ News).
Kabaintelkam Polri, Komjen Pol Paulus Waterpauw menjadi salah satu pembicara. (Foto: PMJ News).


. Adapun seminar diikuti 100 mahasiswa dari berbagai macam universitas di DKI Jakarta.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan pokok-pokok pemikiran mengenai Papua dan segala macan dinamikanya dipaparkan dalam seminar tersebut.

"Provinsi Papua mempunyai wilayah yang cukup luas, karakteristik unik dan memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) termasuk yang paling rendah di Indonesia,” ungkap Argo dalam keterangannya, Selasa (22/6).

Dalam seminar itu, kata Argo, Baintelkam Polri juga memaparkan ada empat aspek krusial sebagai akar dari berbagai permasalahan penegakan hukum di Papua.

Keempat aspek tersebut di antaranya aspek politik kolonialisme, aspek ekonomi dan kesejahteraan, aspek sosio kultural dan aspek idiologis serta nasionalisme.

Argo menekankan salah satu spesifikasi ancaman kerawanan yang membedakan antara Papua dengan provinsi lainnya di Indonesia adalah adanya gangguan kamtibmas yang ditimbulkan oleh aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Namun tidak semua wilayah di Papua terjadi kekerasan bersenjata, hanya di beberapa Kabupaten antara lain Kabupaten Puncak, Intan Jaya, Nduga dan Mimika,” jelasnya.

Untuk itu, Polri mengajak elemen mahasiswa dan pemuda agar menjadi pioner of problem solving dalam menyelesaikan berbagai permalsahan di lingkungan sekitar juga pioner of nationalism untuk mengikis ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan pioner kebangkitan, kemandirian dan kesejahteraan Papua.

BERITA TERKAIT