Fokus

Minggu, 30 Mei 2021 08:02 WIB

Tak Ada Celah Bagi Pelaku Kejahatan, Polisi Siap Tindak Tegas Begal

Editor: Ferro Maulana

Pengungkapan dan penangkapan pelaku begal. (Foto: Dok Net/ Ilustrasi)

PMJ NEWS -  Belum lama ini, jajaran Polres Jakarta Pusat berhasil membongkar sekaligus mengamankan pelaku begal. Adapun para pelaku begal ini terdiri dari kasus yang berbeda yaitu begal di Tugu Tani dan begal payudara di Kemayoran.

Dari investigasi mendalam, Polres Metro Jakarta Pusat berhasil meringkus dua pelaku begal yang beroperasi di Lampu Merah Tugu Tani, Jalan Arif Rahman, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Masing-masing pelaku mempunyai peran yang berbeda dalam melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam itu.

"Tersangka yang diamankan yakni M alias T (26) tidak bekerja dan perannya itu mengendarai motor Honda PCX dengan nopol (nomor polisi) B 4092 FVD. Sementara satu tersangka lainnya berinisial ASY alias S (20) berperan sebagai eksekutor sekaligus yang mengacungkan celurit dan mengambil motor milik korban," ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

Keterangan jajaran Polres Jakarta Pusat soal kasus begal di Tugu Tani. (Foto: Dok PMJ News)
Keterangan jajaran Polres Jakarta Pusat soal kasus begal di Tugu Tani. (Foto: Dok PMJ News)

"Modus operandi mereka ini dengan sengaja melakukan perampasan melalui kekerasan menggunakan celurit dan mengancam untuk mengambil kendaraan tersebut. Jadi saat kronologisnya, karena si korban ini kaget dan takut akhirnya diberikanlah kendaraan miliknya dan satu unit handphone," sambungnya.

Dalam kasus ini, sejumlah barang bukti pun turut diamankan seperti satu unit sepeda motor merk Honda PCX, beberapa pasang pakaian, satu buah helm serta satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian (TKP).

Setyo melanjutkan, dalam proses penyelidikan sementara polisi menemukan satu tersangka baru yang terlibat dalam kasus begal ini. Tersangka tersebut berinisial B yang kini masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Kita sudah lakukan pengembangan dan mendapatkan identitas penadah, namun kita masih lakukan pengejaran. Yang bersangkutan ini berinisial B alias O dan sudah dikeluarkan DPO. Dia berperan sebagai penadah motor dan handphone yang dicuri," pungkasnya.

Hasil Begal untuk Beli Narkoba

Dua tersangka begal Tugu Tani di Jakarta Pusat. (Foto: Dok PMJ News)
Dua tersangka begal Tugu Tani di Jakarta Pusat. (Foto: Dok PMJ News)

Maraknya perbuatan kejahatan jalanan dewasa ini tak lagi disebabkan faktor desakan ekonomi melainkan karena kecendrungan untuk bisa mengkonsumsi narkoba.

Hal itu seperti yang terjadi dalam kasus pembegalan yang menimpa seorang driver Ojek Online (ojol), di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat.

Satreskrim Polres Jakpus mendapatkan bukti baru dari penangkapan dua pelaku begal dengan inisial M (26) dan ASY (20). Keduanya melakukan aksi tersebut lantaran untuk membeli narkoba jenis sabu.

"Ada beberapa kejahatan setelah diungkap kejahatan tersebut terjadi karena pelaku terdesak karena kebutuhan narkoba sabu bukan ekonomi," terang Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Teuku Arsya Khadaffi.

Arsya menuturkan, hal ini merupakan anomali. Alasannya, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang serba sulit ini , justru para pelaku kejahatan jalanan melakukan aksinya atas dasar kebutuhan narkoba.

Keterangan jajaran Polres Jakarta Pusat soal kasus begal di Tugu Tani. (Foto: Dok PMJ News)
Keterangan jajaran Polres Jakarta Pusat soal kasus begal di Tugu Tani. (Foto: Dok PMJ News)

Untuk kasus di Tugu Tani sendiri, dua pelaku begal tersebut menjual hasil rampasan berupa motor Yamaha Nmax dan sebuah handphone kepada seorang penadah berinisial B alias O dengan harga Rp4 juta di wilayah Jakarta Timur.

"Setelah mendapatkan barang rampasan berupa motor dikasih ke penadahnya terus dikasih uang dan dikasih narkoba," beber Arsya.

Masih dari keterangan Arsya, saat melancarkan aksinya itu kedua pelaku juga terbukti positif menggunakan narkoba jenis sabu. Hal itu diketahui usai dilakukan tes urine kepada keduanya.

Lebih jauh ia menegaskan, untuk menekan aksi serupa, pihaknya disebut tidak akan segan menindak tegas para pelaku pencurian dan kekerasan (curas) ini khususnya di wilayah Jakarta Pusat.

Barang bukti hasil kejahatan begal yang diamankan polisi. (Foto: PMJ News)
Barang bukti hasil kejahatan begal yang diamankan polisi. (Foto: PMJ News)

"Polres Jakpus akan menindak tegas dan mengerahkan segala sumber daya untuk menangkap para pelaku kejahatan jalanan apabila melakukan aksinya di wilayah Jakarta Pusat," tutup Arsya.

Begal Payudara Incar Perempuan Lemah

Sementara itu, untuk kasus begal payudara yang juga terjadi di Jakarta Pusat, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan, pihaknya masih terus mendalami pemeriksaan terhadap pelaku begal payudara yang melancarkan aksinya di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinisial AT yang diduga melakukan tindak pidana sebagai begal payudara," tutur Arsya kepada wartawan, di Polres Metro Jakarta Pusat.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 281 KUHPidana dengan ancaman 2 tahun penjara, kemudian Pasal 335 dengan ancaman 1 tahun. Tapi, di Pasal 335 ini terdapat pengecualian sehingga saat ini tersangka kita lakukan penahanan," sambungnya.

Keterangan jajaran Reskrim Polres Jakpus. (Foto: PMJ News)
Keterangan jajaran Reskrim Polres Jakpus. (Foto: PMJ News)

Arsya menuturkan, dalam pemeriksaan sementara, alasan pelaku yang berstatus menikah dan memiliki keluarga tersebut melakukan aksi begal payudara hanya karena tidak dapat menahan dorongan hawa nafsu.

Sementara modusnya, adalah dengan mengincar perempuan-perempuan yang sedang lemah dan lengah.

"Mereka mengincar korban yang lengah dan lemah. Misalnya sedang berjalan kali dan berolahraga, dia acak ya modusnya itu. Kalau memang dia melihat ada kesempatan untuk melakukan aksi tersebut, ya akan dilakukan," beber Arsya, berdasarkan keterangan pelaku.

Lanjut, Arsya pun memberikan tips agar para wanita tidak terus-menerus menjadi korban pembegalan payudara, yakni untuk tetap mewaspadai diri dari segala aktivitas di luar rumah.

"Kalau kita lihat dari korban, itu bukan kesalahan korban tapi niat pelaku. Jadi ya, tipsnya pada saat beraktivitas lebih waspada sehingga tidak lengah. Tapi di sini, kami tegaskan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat akan terus mengamankan dan membuat Jakarta Pusat lebih aman," pungkasnya.

Tiga Kali Melakukan

Pelaku begal payudara di Kemayoran, Jakarta Pusat berinisial HP (31) mengakui bukan satu kali melakukan aksi bejatnya itu.

Kasus begal payudara terhadap perempuan. (Foto: PMJ News/ Ilustrasi)
Kasus begal payudara terhadap perempuan. (Foto: PMJ News/ Ilustrasi)

HP membeberkan kepada polisi bahwa dirinya sudah tiga kali melakukan aksi begal payudara di sejumlah titik wilayah Jakarta.

Dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi yang mengatakan bahwa pelaku biasanya melakukan aksi begal payudara di wilayah Jakarta Pusat dan Barat.

"Yang bersangkutan mengaku sudah tiga kali melakukan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat," tandasnya.

DPR: Operator Bikin Inovasi Lindungi Driver Ojol dari Begal

Terkait kasus pembegalan driver ojol di kawasan Tugu Tani, Wakil Ketua Komisi V DPR Arwani Thomafi meminta operator ojek online (ojol) membuat inovasi atau terobosan untuk melindungi pengemudi atau driver dari begal.

"Fenomena begal yang menimpa pengemudi ojol harus dicermati serius oleh pihak operator ojol. Dibutuhkan inovasi dari pihak operator untuk membuat sistem protektif bagi pengemudi," ujar Arwani, kepada wartawan, di Jakarta.

"Apakah inovasi berbasis teknologi atau termasuk pengaturan jam kerja. Poin pentingnya harus ada sistem yang melindungi pengemudi ojol," lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR Arwani Thomafi. (Foto: DPR)
Wakil Ketua Komisi V DPR Arwani Thomafi. (Foto: DPR)

Arwani menambahkan, pengungkapan kasus begal itu terbantu berkat keberadaan CCTV di sejumlah titik. Hal ini, menurut Arwani, belum cukup. Perlu adanya tindakan preventif agar kasus serupa tidak terulang.

"Perlu upaya bersama untuk merespons persoalan tersebut dengan duduk bersama antara Kemenhub, operator ojol, termasuk pihak kepolisian," tutup Arwani.

Keterangan Operator Ojol

Terpisah, pihak GoJek pun memberikan tanggapan berkenaan perlindungan driver dari tindak kejahatan.

SVP Corporate Affairs Gojek, Rubi W Purnomo, mengatakan pihaknya memiliki tim satgas terlatih yang secara rutin melakukan patrol serta fitur tombol darurat.

Gojek dan Tokopedia. (Foto: Dok Net)
Gojek dan Tokopedia. (Foto: Dok Net)

"Kami telah memiliki tim satgas yang terlatih dan secara regular melakukan patroli. Selain itu, pada aplikasi Gojek, telah tersedia berbagai fitur untuk menjaga keamanan penumpang dan mitra driver, salah satunya adalah fitur tombol darurat," tutur Rubi kepada wartawan.

Tombol ini bisa digunakan oleh driver maupun pelanggan Gojek bila terjadi indikasi keadaan darurat. Tombol ini terhubung langsung ke server pusat Gojek.

"Tombol ini terkoneksi ke tim khusus Gojek yang siaga 24 jam. Tombol serupa juga tersedia di aplikasi konsumen," sambungnya.

Namun demikian, Rubi mengatakan driver yang dibegal di Tugu Tani bukan merupakan mitra Gojek.

"Dapat kami konfirmasikan bahwa korban yang disebutkan dalam berita tersebut bukan mitra driver Gojek. Namun demikian, Gojek sangat mengecam tindak kriminal yang meresahkan masyarakat tersebut," tutupnya.

BERITA TERKAIT