Kesehatan

Kamis, 27 Mei 2021 10:05 WIB

Cegah Pikun, 7 Asupan Makanan Ini Bisa Tingkatkan Ketajaman Otak

Editor: Hadi Ismanto

Sejumlah makanan mampu mempertajam fungsi otak. (Foto: Kolase PMJ News).

PMJ NEWS - Otak merupakan organ yang berperan penting dalam mengendalikan seluruh fungsi tubuh. Oleh karena itu, kesehatan otak sangat penting untuk selalu dijaga.

Para ahli menyebut nutrisi dari makanan juga memiliki pengaruh besar untuk menjaga kesehatan dan ketajaman otak. Ada sejumlah makanan yang padat nutrisi dan cocok dikonsumsi demi otak yang sehat dan ingatan yang tajam.

Seperti dilansir laman The Healthy, Kamis (27/5/2021), berikut tujuh makanan yang dipercaya dapat menjaga ketajaman otak dan memperkuat ingatan.

1. Cokelat Hitam
Dark cokelat atau cokelat hitam ternyata bukan hanya berperan sebagai makanan pereda stres dan kecemasan. Cokelat hitam yang dibuat dengan rendah gula terbukti mampu menjaga fungsi kognitif pada otak dan turunkan risiko demensia atau kepikunan.

Pada penelitian yang dilakukan di tahun 2018 oleh jurnal Nutrients, lebih dari 50 miligram epikatekin terbukti mampu memberikan manfaat yang baik untuk fungsi kognitif pada otak dan jumlah epikatekin ini bisa dipenuhi dengan cara konsumsi cokelat hitam.

2. Walnut
Walnut menjadi satu-satunya kacang yang terbukti memiliki sumber asam alpha-linolenic, sebuah omega 3 nabati yang dicerna oleh tubuh menjadi DHA dan EPA yang merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh otak.

Penelitian yang dilakukan di tahun 2015 ini juga telah dipublikasi secara resmi pada jurnal 'Nutrition, Health and Aging'. Para peneliti telah melihat manfaat walnut melalui pengamatan yang dilakukan pada beberapa orang dewasa dalam rentang usia 20-59 tahun.

3. Brokoli
Sayuran hijau keriting yang satu ini emang selalu digadang-gadang menjadi salah satu superfood atau makanan tinggi nutrisi. Brokoli terbukti memiliki komponen sulforaphane melalui sebuah penelitian pada tahun 2017.

Brokoli juga mengandung vitamin K, salah satu vitamin penting yang dibutuhkan oleh otak untuk menjaga kesehatan dan kenormalan fungsinya. Vitamin K ini juga telah terbukti melalui pengamatan yang dilakukan oleh penderita Alzheimer.

4. Minyak Ikan
Otak membutuhkan asam lemak omega 3 yang sangat banyak terdapat pada ikan yang berminyak atau minyak ikan. Minyak atau lemak ikan ini merupakan lemak sehat yang bahkan sangat dianjurkan oleh para ahli untuk dikonsumsi.

Minyak ini dengan baik terkandung pada beberapa jenis ikan seperti salmon, makarel, trout, sarden, tuna dan lainnya. Minyak ikan mengandung asam lemak omega 3 seperti DHA dan EPA yang sangat penting bagi kesehatan otak.

5. Telur
Telur pernah menimbulkan kontroversi akibat kandungan kolesterolnya yang dianggap berbahaya bagi orang dewasa. Ternyata para ahli telah membuktikan bahwa konsumsi sebutir telur dalam sehari masih dalam batas aman dan mampu memberikan manfaat.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 di American Clinical Nutrition menemukan makan telur dapat meningkatkan kekuatan otak. Hal in disebabkan oleh kandungan telur bernama kolin yang ternyata juga menjadi nutrisi penting bagi metabolisme.

6. Susu
Bukan hanya kandungan kalsiumnya yang baik untuk tulang dan direkomendasikan untuk masa pertumbuhan. Susu juga memiliki kandungan kolin yang sangat baik dan dianggap sebagai nutrisi penting untuk kesehatan otak.

Susu direkomendasikan untuk rutin dikonsumsi ibu hamil berkaitan demi membantu pertumbuhan otak janin agar lebih sempurna. Selain bisa menjaga kesehatan otak, ternyata konsumsi susu juga mampu mencegah resisten insulin dan risiko diabetes tipe 2.

7. Kunyit
Kunyit menjadi salah satu bahan makanan yang masuk ke dalam daftar makanan seribu manfaat baik. Kunyit sebelumnya telah diketahui mampu membantu meredakan permasalahan pencernaan seperti perut kembung.

Pada kaitannya dengan kesehatan otak, sebuah penelitian telah dilakukan oleh British Journal of Nutrition pada tahun 2016 untuk membuktikan manfaat kunyit pada otak.

Sekelompok orang dewasa yang menerima suplemen kurkumin ternyata tidak mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan dengan orang dewasa yang tidak mendapatkan asupan kurkumin.

BERITA TERKAIT