Fokus

Sabtu, 31 Oktober 2020 09:37 WIB

Aksi Begal Sepeda dan Respon Cepat Personel Gabungan Lindungi Masyarakat

Editor: Ferro Maulana

Kasus begal sepeda. (Foto: PMJ News/ Fif)

PMJ - Nampaknya tidak ada habisnya aksi kriminalitas di kalangan masyarakat. Kasus penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga hingga pembegalan marak terjadi.

Baru-baru ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kembangan merespon cepat kasus pesepeda dibegal di Jalan Puri Indah Raya, Kembangan, Jakarta Barat.

Anggota kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama korban, dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko Purba.

“Kurang dari 12 jam kami berhasil menemukan ponsel korban yang diduga akan dijambret di selokan di sekitar lokasi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi di Jakarta.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi. (Foto: PMJ/ IST

Adapun korbannya yaitu Hendra Gunawan (41) dalam kondisi mengalami luka ringan akibat terjatuh dari sepeda, setelah sempat saling tarik menarik dengan si pelaku.

Hendra mengatakan, dia sempat berebut ponselnya yang dijambret oleh pelaku. Tetapi, handphone tersebut terlepas dari tangan keduanya, dan pelaku kabur begitu saja.

Video mengenai dirinya pada saat itu seketika menjadi viral di media sosial. Padahal Hendra sama sekali belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya berterima kasih dan sangat apresiasi Satreskrik Polres Metro Jakarta Barat dan Unit Reskrim Polsek Kembangan. Walaupun saya belum melaporkan kejadian ini tapi sudah merespon cepat, sehingga handphone saya ketemu,” ujarnya.

Catatan Aksi Begal Sepeda

Kegiatan sepeda santai. (Foto: PMJ News).

Catatan PMJ News, dalam kurun waktu 20 hari di bulan Oktober 2020, tercatat ada lima aksi kejahatan begal sepeda. Jumlah tersebut baru kasus yang viral dan sebagian bisa diungkap oleh pihak kepolisian.

Penjahat pun tak main-main dalam beraksi. Mereka menggunakan senjata tajam seperti pisau untuk mengancam korban.

Biasanya, para penjahat mengincar pesepeda yang menggowes sendiri atau yang sedang terpisah dari rombongan. Penjahat mengincar barang berharga milik pesepeda seperti handphone.

Kejahatan begal sepeda belakangan ini terjadi jalan-jalan protokol di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Lapangan Tembak Senayan, Hayam Wuruk, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Rasuna Said.

Kawasan itu diketahui adalah rute-rute pesepeda untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Peristiwa pembegalan juga umumnya terjadi pada hari Minggu.

Cerita Para Korban

Aktor Anjasmara. (Foto : Instagram Anjas)

Korban pun mulai dari warga biasa hingga publik figur. Terakhir sebut saja artis senior Anjasmara menjadi korban pembegalan di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Universitas Katolik Atmajaya.

Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 07.30 WIB, pembegal dengan sepeda motor memepet Anjasmara. Pembegal memegang baju Anjasmara yang saat itu tengah bersepeda.

"Dia (pelaku begal) pegang baju gue, ngapain nih orang pegang baju gue. Astaga, kayaknya mau ambil handphone, gue baru sadar," ungkap Anjasmara dalam video yang diunggah oleh anaknya di Instagram.

Anjasmara mencoba melakukan perlawanan dengan memukul pelaku yang mengendarai sepeda motor. Anjasmara justru terjatuh dari sepeda hingga mengalami luka di pundak kirinya.

Cerita lain dialami oleh TL, seorang karyawan swasta yang tengah bersepeda dengan teman-temannya di sekitar Bundaran HI pada Selasa (20/10/2020). Di tengah jalan, TL sempat terpisah.

Di saat itu, para pelaku langsung mengambil handphone korban. Tetapi, korban melakukan perlawanan.

Adegan tarik-menarik terjadi. Pelaku tidak berhasil mengambil handphone korban tetapi TL jatuh dan terluka di bagian paha.

"Kebetulan ditarik, dipertahankan sama dia terus jatuh. Karena jatuh terus korban masih mempertahankan. Korban mempertahankan handphone-nya hingga terjatuh dari sepeda," tutur Kanit Reskrim Polsek Menteng, Kompol Ghozali Luhulima.

Pelaku diamankan kepolisian. (Foto: PMJ/Fif)

Terpisah, Roland Kristiawan (50), seorang pekerja di Jakarta juga menjadi korban begal persis di depan Lapangan Tembak Senayan, Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Roland yang membawa tas pinggang kaget saat melintas di depan Lapangan Tembak.

Oknum begal yang berboncengan sepeda motor dari arah belakang menghampirinya dan langsung membuka buckle tas pinggang Roland dan langsung tancap gas.

"Kejadiannya cepat sekali, tahu-tahu tas berisi HP sudah pindah tangan dan mereka kabur cepat ke arah Palmerah," bebernya.

Korban lainnya, Galih mengalami pembegalan saat menggowes sepeda di kawasan Kuningan, Jaksel. Pelaku menodongkan pisau kepada pesepeda dan merampas ponselnya pada waktu siang hari.

"Dia naik motor berdua. Langsung mepet gue dari sebelah kanan. Tangan kiri yang dibonceng langsung ngerangkul gue. Dia bilang, lu diem atau gue tusuk lu. Dia nempelin pisaunya ke gue," kesal Galih dalam videonya.

Selanjutnya,bpelaku langsung merampas ponsel yang ada di saku Galih. Pelaku langsung melarikan diri.

Analisa Kepolisian

Kegiatan patroli menggunakan sepeda oleh anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: PMJ News).

Ramainya aksi pembegalan pesepeda ditindaklanjuti oleh polisi. Lokasi dan waktu rawan pembegalan dianalisa.

Ghozali menjelaskan, peristiwa-peristiwa penjambretan itu terjadi karena lokasi Menteng yang kerap disambangi oleh pesepeda.

Para pelaku, menurut Ghozali, kerap membuntuti korban dari berbagai tempat.

"Kami analisa kira-kira kejadian di mana saja, sekitar jam berapa saja," ungkap Ghozali saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menerjunkan dua tim yang terdiri dari 10 orang personel guna melakukan analisa tersebut.

"Kami analisa selama satu Minggu, termasuk data kemarin," tambahnya.

Satuan Khusus Anti Begal

Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan olahraga gowes di Pondok Aren, Tangerang.
Patroli bersepeda. (Foto: PMJ News)

Sedangkan, Polres Metro Jakarta Selatan membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus pembegalan sepeda.

Tim Satgas akan bertugas untuk melakukan pencegahan dan pengungkapan kasus begal sepeda .

Satgas ini bakal terdiri dari polisi dari Polsek setempat dan Polres Jakarta Selatan.

“Khususnya masalah itu ( begal sepeda) mengingat ada beberapa kejadian. Sesuai arahan Pak Kapolres, kami akan bentuk satgas khusus gabungan Polsek dan Polres Jaksel untuk masalah begal sepeda,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Masih dari keterangannya, masalah begal sepeda sudah terjadi berulang di wilayah Jakarta Selatan

Satgasnya nanti prinisipnya yaitu ada tim yang mengungkap kejadian tersebut, ada tim yang terbuka pengamanan jangan sampai terulang lagi.

"Itu satgas yang kita rumuskan. Kita enggak ngomong satu kasus, tapi kami lebih maju, kami akan bentuk satgas untuk pencegahan dan pengungkapan,” ucap Antonius.

Tempatkan Personel di Titik Rawan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: PMJ/Dok Net)

Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana menempatkan personel di beberapa titik sebagai upaya menekan begal sepeda yang marak akhir-akhir ini.

"Hal ini upaya kita yang akan kita koordinasikan dengan Satpol PP dan Polda Metro," tutur Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo.

Syafrin menjelaskan, durasi petugas yang berjaga di pos-pos tertentu akan dibagi menjadi 2 shift. Untuk shift pagi, dimulai pukul 06.00 - 14.00 WIB. Kemudian shift dua, pukul 13.00 - 21.00 WIB.

Lanjut Syafrin, penempatan personel di beberapa titik setidaknya dapat menekan niat pelaku jambret dalam melancarkan aksinya tersebut.

Tidak Bawa Barang Berharga

Tak lupa, Syafrin juga mengingatkan para pengguna sepeda untuk tidak membawa barang-barang dengan menggunakan tas yang berpotensi memunculkan niat pelaku untuk menjambret. Jika pesepeda membawa ponsel, Syafrin menyarankan, sebaiknya ditaruh di kantong yang aman.

Selain itu, Syafrin mengimbau agar tidak bersepeda sendirian. Disarankan, berkelompok untuk saling memantau dan mengawasi selama perjalanan.

"Penjambretan yang disasar adalah handphone, dompet, tas, kalaupun misalnya membawa barang-barang, masukkan ke kantong. Jadi peluang penjambret kita minimalisir," pungkasnya.

Menambah Kamera Pengawas

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (Foto: PMJ News/Dok Net)

Di tempat dan kesempatan berbeda, DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta menambah kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik menyusul maraknya begal sepeda beberapa hari terakhir. Langkah ini merupakan bentuk pengawasan dan pencegahan begal sepeda.

"Saran kami seharusnya, ini kan lebih ke arah preventif, jangan sampai terjadi lagi," terang anggota fraksi PKS DPRD DKI, Abdul Aziz.

"Harus diperbanyak CCTV, patroli dari Dishub bekerja sama dengan kepolisian," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, aksi begal pesepeda di Jakarta cukup mengkhawatirkan. Karena itu, penambahan CCTV di daerah-daerah rawan ini diharapkan dapat mencegah tindak kriminal tersebut.

Selain itu, ia juga meminta warga tidak bersepeda sendiri. Setidaknya, warga yang bersepeda perlu mengajak 2-3 anggota keluarga.

"Kalau bersepeda jangan sendirilah, mungkin bisa bersama keluarga 2-3 orang, sehingga kalau ada banyak orang kan jadi mikir-mikir (pelaku)," imbaunya.

Tetap Waspada Saat Bersepeda

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengklaim telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengawasan aksi begal itu.

Ia meminta agar warga tetap waspada selama bersepeda.

"Kami sudah koordinasi dengan aparat keamanan, aparat hukum, dengan Pak Kapolda dan lain sebagainya untuk sama-sama kita segera atasi. Jadi tentu dari masyarakat tentu kita harus hati-hati," tutupnya. (Fer)..

BERITA TERKAIT