Hukrim

Selasa, 28 Januari 2020 13:03 WIB

Tok! Pemerkosa Terburuk di Dunia Reynhard Sinaga Dipenjara Minimal 30 Tahun

Editor: Ferro Maulana

Reynhard Sinaga. (Foto: Dok Net/ FNI)

PMJ - Setelah melakukan empat kali persidangan secara terpisah selama 18 bulan, Reynhard Sinaga yang dijuluki sebagai ‘Predator Seks’ ini dinyatakan bersalah atas 136 pemerkosaan dari 48 pria.

Reynhard dipenjara dalam jangka waktu minimal 30 tahun yang kemudian ditetapkan menjadi seumur hidup atas permintaan Jaksa Agung terhadap Pengadilan  Tinggi Manchester, Inggris.

Perbuatan sangat bejat Reynhard terungkap atas keberanian pria bernama Peter remaja yang kini berusia 21 tahun. Ia merupakan korban terakhir dari kejahatan pemerkosa terburuk di dunia tersebut.

Tidak seperti para korban lainnya, mungkin karena Peter tidak mabuk parah, remaja ini tersadar di tengah-tengah serangan terhadap dirinya dan berjuang untuk hidupnya. Dengan keadaan marah, Peter memukuli Reynhard sampai predator seks itu tak berdaya di lantai.

“Saya pikir saya mungkin telah membunuhnya. Dia tidak bergerak. Saya telah memukulinya dengan sangat brutal sehingga itu merupakan batas kesabaran saya. Saya melakukan apa yang harus saya lakukan pada saat itu untuk bertahan hidup,” ungkap Peter.

Para korban hampir selalu laki-laki, mereka sering tidak memiliki firasat tentang apa yang terjadi ketika mereka bangun setelah serangan mengerikan Reynhard, mereka (para korban)  merasa pusing dan bingung. Faktanya, 70 dari para korban belum diidentifikasi.

“Saya ingin menatap matanya. Saya senang ini adalah hari saya di pengadilan untuk menyingkirkannya. Dia sepertinya tidak menunjukkan penyesalan. Dia mencoba tertawa dan bercanda dengan penjaga penjara yang ada di sana bersamanya, yang tidak benar-benar memberinya waktu,” terang Peter.

Ini merupakan ukuran keberaniannya bahwa berbulan-bulan kemudian, pemuda yang baik dan berbicara lembut ini memilih untuk menatap predator seks itu di muka di persidangan, ketimbang memberikan bukti dari balik layar yang akan terus menghantuinya. (FNI/ FER).

BERITA TERKAIT