News

Senin, 12 April 2021 12:31 WIB

Kemendagri Percepat Pergantian Dokumen Hilang Karena Dampak Bencana

Editor: Ferro Maulana

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Dok Net)

PMJ NEWS -  Pihak Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri telah mempercepat penggantian dokumen kependudukan yang hilang karena dampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun dua tim tanggap bencana sudah diberangkatkan ke Kupang NTT dan Lombok NTB.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh sudah memerintahkan kepada kedua tim agar bergerak cepat dalam mengurus persoalan dokumen kependudukan korban bencana di lokasi (TKP).

"Harus gerak cepat, selesai pendataan penduduk di pagi hari, siang dokumen langsung dicetak. Terus sore atau malamnya langsung dibagikan,” tutur Zudan di Jakarta, Senin (12/4/2021).

“Berapa pun jumlah yang didata, langsung dicetak hari itu juga tidak usah menunggu banyak," katanya lagi.  

Zudan melanjutkan, sebanyak 7.925 dokumen kependudukan sudah dicetak untuk langsung dibagikan kepada penduduk terdampak bencana di NTT.

“Hingga Senin pagi hari ini dilaporkan dokumen kependudukan yang sudah diterbitkan di Provinsi NTT masing-masing untuk Kartu Keluarga (KK) sebanyak 7.585 berkas,” urainya melanjutkan.  

“Kemudian e-KTP sebanyak 154 keping, akta kematian 7 berkas, akta kelahiran 154 berkas dan akta perkawinan 25 berkas,” tambahnya.

Masih dari keterangannya, Disdukcapil daerah terdekat yang tidak terkena bencana bisa mengirimkan bantuan seperti administrator data base (ADB) dan peralatan cetak dokumen.

Di samping itu, bila ada kebutuhan dari Disdukcapil yang terkena bencana bisa langsung segera informasikan ke pusat.

"Daerah yang kekurangan  printer, tinta dan perlengkapan cetak lainnya untuk sementara dapat meminjam dari Dinas Dukcapil terdekat,” sambungnya.

“Terkait penggantian Kartu Keluarga atau pembuatan akta-akta baru dan penduduk yang kehilangan KTP tolong dibantu cetak tanpa harus dimintai surat kehilangan dari kepolisian," pungkasnya.

BERITA TERKAIT