Kesehatan

Senin, 11 Januari 2021 10:02 WIB

Studi: Penyintas Covid-19 Miliki Imunitas Hingga 8 Bulan

Editor: Hadi Ismanto

Pasien tengah menjalani swab test. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/Hdi).

PMJ NEWS - Sebuah studi baru mengemukakan bahwa para penyintas Covid-19 memiliki imunitas yang kuat dari virus corona hingga 8 bulan ke depan setelah terinfeksi. Hasil studi ini juga ditafsirkan oleh peneliti sebagai kemungkinan terbentuknya imun terhadap virus.

Shane Crotty, seorang peneliti di La Jolla Institute for Immunology di California dan salah satu penulis riset menyebut studi ini setidaknya bisa mengurangi ketakutan tentang efektivitas vaksin Covid-19.

"Awalnya ada banyak kekhawatiran bahwa virus ini mungkin tidak menimbulkan banyak memori. Sebaliknya, memori kekebalan terlihat cukup baik," ungkap Crotty seperti dilansir laman Technology Review, Senin (11/1/2021).

Hasil riset yang diterbitkan 6 Januari di jurnal Science ini cukup kontras dengan studi sebelumnya yang menyatakan bahwa imunitas Covid-19 berumur pendek, menempatkan jutaan penyintas pada risiko infeksi ulang.

Namun studi baru menunjukkan bahwa infeksi ulang seharusnya hanya menjadi masalah bagi sebagian kecil orang yang telah mengembangkan imunitas, baik melalui infeksi awal atau dengan vaksinasi.

“Sebagian kecil penyintas memang tidak memiliki kekebalan yang tahan lama. Tetapi vaksinasi harus mengimbangi masalah itu dengan memastikan kekebalan kawanan pada populasi yang lebih besar,” tuturnya.

Studi ini mempelajari sampel darah dari 185 pria dan wanita yang telah pulih dari covid-19, sebagian besar dari infeksi ringan, meskipun 7 persen diantaranya dirawat di rumah sakit.

Setiap peserta memberikan setidaknya satu sampel darah antara enam hari dan delapan bulan setelah gejala awal mereka, dan 43 sampel diambil setelah enam bulan.

Tim yang menjalankan penyelidikan mengukur tingkat beberapa agen imunologi yang bekerja bersama untuk mencegah infeksi ulang: antibodi (yang menandai patogen untuk dihancurkan oleh sistem kekebalan atau menetralkan aktivitasnya), sel B (yang membuat antibodi), dan sel T ( yang membunuh sel yang terinfeksi).

BERITA TERKAIT