News

Jumat, 8 Januari 2021 12:30 WIB

Pengaduan Konsumen ke YLKI Meningkat di Sepanjang 2020, Ini datanya

Editor: Ferro Maulana

YLKI. (Foto: Ilustrasi/ PMJ News)

PMJ NEWS -  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melaporkan kenaikan pengaduan konsumen sepanjang tahun 2020. Meski begitu, karakteristik yang diadukan masyarakat masih sama dari tahun ke tahunnya.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menjelaskan sepanjang 2020 jumlah pengaduan konsumen yang masuk mencapai 3.692, naik 97,2 persen dari data 2019 sebanyak 1.872.

"Sepanjang satu tahun ini pengaduan kami (YLKI) meningkat secara total," kata Tulus, dalam siaran persnya kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Masih dari keterangan Tulus, dalam masa pandemi, pengaduan yang paling banyak masuk yaitu pengaduan kelompok sebanyak 3.290. Sementara itu, individual hanya 402 laporan.

Adapun pengaduan kelompok mayoritas adalah konsumen dari Asuransi Wanaartha sebanyak 3.200 konsumen, diikuti PLN 31 konsumen, dan Perumahan Citra Raya Cikupa 36 konsumen.

Sementara itu, bagi konsumen individual, mayoritas mengadukan persoalan belanja online sebanyak 17,9 persen, pinjaman online 15,17 persen, dan telekomunikasi 11,5 persen. Selain itu, dilihat sisi komoditasnya, yang paling banyak diadukan tahun ini masih ditempati oleh jasa keuangan mencapai 33,50 persen dan belanja online 12,7 persen.

Berikutnya, sektor telekomunikasi sebanyak 8,3 persen, listrik 8,2 persen dan terakhir yakni perumahan sebanyak 5,70 persen. "Yang menarik dan kita cermati selama satu tahun ini karakter pengaduan di YLKI masih sama dalam konteks 5 besar. Masih sama dari 7 tahun terakhir," pungkasnya.

Selanjutnya, selama pandemi Covid-19 ada lonjakan pengaduan di sektor obat, multivitamin dan alat kesehatan yang dikatakannya mencapai 5,22 persen.

"Bahkan di 3 bulan pertama pandemi, pengaduan di YLKI terkait obat, produk vitamin dan masker baik karena harga melambung, kelangkaan dan barang palsu," sambungnya.

Adapun dari sisi pelaku usaha yang paling banyak yaitu pengaduan konsumen Bank Negara Indonesia (BNI) 7 laporan, Bumiputera 6 laporan, dan BCA Finance 2 laporan. Terakhir, Bukalapak 13 laporan dan dari sektor telekomunikasi mayoritas terhadap Telkomsel yang mencapai 29,7 persen serta Indosat 25,5 persen.

BERITA TERKAIT