News

Selasa, 17 November 2020 12:12 WIB

Gunung Merapi Telah Alami 91 Kali Gempa Guguran, 1.831 Jiwa Mengungsi

Editor: Ferro Maulana

Erupsi Gunung Merapi. (Foto: Dok Net)

PMJ - Gunung Merapi sudah mengalami 91 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Minggu (15/11/2020) mulai pukul 00.00 sampai 24.00 WIB. Hal tersebut dijelaskan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

"Selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat 230 kali gempa hybrid atau fase banyak 49 kali gempa embusan. Dan, juga 36 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa frekuensi rendah, serta satu kali gempa tektonik," terang Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam siaran pers.

Menurut pengamatan visual di gunung api aktif tersebut tidak teramati asap solfatara. Dalam periode pengamatan itu, disebutkan terdengar suara guguran sebanyak lima kali (lemah hingga keras) di lereng barat Gunung Merapi dari Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan.

Berikutnya, laju deformasi Gunung Merapi diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) dan rata-rata 12 cm per hari.

BPPTKG pun telah menaikkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Saat ini, BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Sekadar informasi, pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah juga diminta mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang dapat terjadi setiap saat.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah warga yang mengungsi bertambah menjadi 1.831 jiwa imbas status siaga Gunung Merapi sejak 15 November 2020.

Jumlah ini terdiri dari warga Kabupaten Magelang sebanyak 828 jiwa, Boyolali 401 jiwa, Klaten 388 jiwa, dan Sleman 214 jiwa.(Fer)

BERITA TERKAIT