News

Kamis, 12 November 2020 11:46 WIB

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 1.294 Warga Dievakuasi ke 4 Kabupaten

Editor: Ferro Maulana

Gunung Merapi. (Foto: Dok Net)

PMJ - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.294 warga sudah dievakuasi ke empat kabupaten, pasca meningkatnya aktivitas Gunung Merapi. Adapun empat kabupaten itu antara lain, Boyolali, Magelang, Klaten dan Sleman.

"Mereka yang dievakuasi sebagian besar merupakan kelompok rentan. Seperti, lanjut usia, anak-anak, balita, ibu hamil, disabilitas dan ibu menyusui," terang Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Para warga paling banyak dievakuasi ke Kabupaten Magelang dengan total 835 warga, Sleman 203 warga, Boyolali 133 warga, dan Klaten 123 warga. Nantinya, para pengungsi tersebar di tempat evakuasi sementara (TES) dan tempat evakuasi akhir (TEA).

Di kesempatan yang sama, Raditya menjamin kebutuhan makan dan minum para warga terpenuhi. Para sukarelawan di lokasi evakuasi terus membantu untuk menyediakan kebutuhan pokok seperti sayuran, kemudian memasak makanan di dapur umum atau pun di mobil dapur lapangan.

Pos pendukung di tempat penampungan juga selalu siap untuk memberikan pelayanan seperti pos kesehatan yang siaga 24 jam.

"Pihak pemerintah desa menyiapkan tidak hanya tempat. Tetapi tenaga serta pelayanan kepada para warga yang harus dievakuasi. Ini menjadi bukti kuatnya sister village dalam konteks kebencanaan, warga dari suatu desa membantu warga desa lainnya," sambungnya.

Menurutnya, BPBD terus membantu pemerintah desa, kabupaten maupun provinsi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Sementara itu, dalam upaya kesiapsiagaan maupun penanganan darurat, empat pemerintah daerah di tingkat kabupaten tersebut telah menetapkan status keadaan darurat, baik siaga maupun tanggap darurat.

Status tersebut akan mempermudah BPBD dalam aksesibilitas sumber daya, maupun akuntabilitas dalam penyelenggaraan operasi tanggap darurat.

Lebih jauh Raditya menuturkan, BPBD juga terus mengevaluasi tantangan apabila kondisi semakin kritis, seperti jalur dan transportasi evakuasi, jalur dan peralatan komunikasi, maupun penerapan protokol kesehatan saat proses evakuasi maupun di tempat penampungan.(Fer)

BERITA TERKAIT