Politik

Selasa, 19 Mei 2020 12:37 WIB

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Ini Pesan Presiden Jokowi untuk Masyarakat

Editor: Ferro Maulana

Presiden Joko Widodo. (Foto: Dok Net/ IST)

PMJ - Presiden Joko Widodo menjelaskan empat hal dalam rapat terbatas persiapan Idul Fitri 1441 Hijriah/ 2020 Masehi. Namun, Jokowi tidak secara tegas melarang kegiatan di luar ruang. Tetapi, ia mengimbau masyarakat pentingnya mengikuti protokol kesehatan.

“Saya minta protokol kesehatan betul-betul dipastikan di lapangan menjelang Idul Fitri dan saat nanti Idul Fitri,” terang Jokowi membuka rapat terbatas persiapan Idul Fitri 1441 Hijriah melalui teleconference dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/05/2020).

Kepala Negara melanjutkan, kunci pengendalian penyebaran Covid-19 yakni kedisiplinan masyarakat. Hal ini dalam artian mencuci tangan, menjaga jarak aman, memakai masker, dan menghindari kerumunan maupun konsentrasi massa.

Menurut ia, pasar tradisional mulai ramai karena banyak yang berbelanja kebutuhan Lebaran. Presiden Jokowi tidak melarang kegiatan tersebut, tetapi meminta masyarakat dan petugas lapangan memastikan ada pengaturan jarak yang baik.

“Petugas di lapangan betul-betul berkerja mengingatkan protokol kesehatan terus menerus,” ujarnya menambahkan.

Salat Idul Fitri

Terkait salat Idul Fitri, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak mengatakan secara eksplisit soal keputusan pemerintah. Jokowi hanya meminta jajarannya untuk menyosialisasikan aturan protokol kesehatan dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan baik.

Dia mengingatkan jangan sampai ada opini publik terbentuk bahwa pemerintah melarang kegiatan ibadah.

“Yang kita atur, kita imbau adalah peribadahan yang sesuai dengan protokol kesehatan dan anjuran beribadah di rumah yang bisa dilakukan sama-sama,” terang Jokowi menegaskan.

Ucapan Terima Kasih ke MUI

Dalam pembukaan rapat terbatas tersebut, Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PP Muhammadiyah, dan semua organisasi masyarakat Islam lain yang telah mendukung pemerintah dalam upaya pengendalian Covid-19.

“Saya sangat menghormati dan apresiasi adanya fatwa dan imbauan terkait dengan peribadahan maupun amaliyah selama wabah Covid ini. Termasuk mendukung keputusan pemerintah untuk melarang mudik,” ujarnya menambahkan.

Sekedar informasi, MUI telah rampung membahas fatwa panduan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19. Hal itu terungkap dalam Fatwa MUI 28/2020 tentang panduan kaifiat takbir dan salat idulfitri saat pandemi Covid-19 yang diunggah situs resmi mui.or.id, Kamis (14/05/2020).

Menurut berbagai pertimbangan, MUI menetapkan bahwa salat Idul Fitri bisa dilakukan di rumah secara sendirian (munfarid) atau berjemaah. Bila salat Idul Fitri dilakukan secara munfarid, MUI menjelaskan tak perlu ada khotbah. Hanya niat salat, selanjutnya dengan tata cara salat Idul Fitri seperti biasanya, dengan bacaan pelan. (Setkab/ MUI/ FER).

BERITA TERKAIT