Fokus

Sabtu, 24 Oktober 2020 09:35 WIB

Mitra Bisnis yang Berujung Maut, Dianiaya Sadis Sampai Dibakar

Editor: Ferro Maulana

Lipsus kasus kejahatan. (Foto: PMJ News)

PMJ - Kepolisian akhirnya sukses mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa Yulia, seorang ibu dua anak asal Solo, Jawa Tengah.

Yulia diduga dibunuh dengan cara dibakar di dalam mobil Daihatsu Xenia bernopol AD 1526 AE. Korban Yulia, diketahui masih memiliki hubungan kerabat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ditemukan Mobil Terbakar

Pada Selasa (20/10/2020) malam hari, warga di Desa Sugihan, Bendosari, Sukoharjo melihat ada mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi AD 1526 EA terbakar di pinggir jalan. Selanjutnya warga melapor ke pemadam kebakaran (PMK) Sukoharjo.

Lokasi mobil dan Yulia terbakar di Sukoharjo. (Foto : PMJ/Dok Polres Sukoharjo).

Begitu petugas damkar memadamkan api mobil, mereka terkejut melihat isi dalam mobil tersebut ditemukan sesosok jenazah manusia. Saat ditemukan posisi YL dalam kondisi terlentang dengan tangan terikat.

Penemuan itu menggegerkan warga desa. Pada Rabu (21/10/2020) pagi, polisi mulai melakukan olah kejadian perkara (olah TK).

Beberapa jam kemudian, identitas sosok mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan didalam mobil terungkap. Diketahui jika identitas mayat tersebut merupakan warga Solo yang ber-KTP Wonogiri berinisial YL (42).

"Seorang perempuan karyawan swasta, informasinya sekarang tinggal di Pasar Kliwon Solo," terang Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Muhammad Alfan.

Masih Kerabat Jokowi

Terungkap pula, korban atas nama Yulia masih berkerabat dengan keluarga Presiden Joko Widodo. Hal tersebut diungkap pria bernama Andi Wibowo, yang diketahui sepupu dari Jokowi.

Jasad korban pembunuhan (Foto: Ilustrasi)

Andi membenarkan bila Yulia adalah kerabatnya saat ditemui di rumah duka, Kampung Gambuhan, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon. Korban Yl, kata Andi, merupakan kakak iparnya. "Iya, Bu Yl kakak ipar saya," beber Andi, kepada wartawan.

Kurang 24 Jam Pelaku Ditangkap

Tak sampai 24 jam, pelaku pembunuhan terhadap Yulia pun berhasil diringkus oleh petugas kepolisian. Diketahui, pelaku berjumlah dua orang, dan merupakan rekan bisnis korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Kombes Wihastono, menerangkan ada dua orang pelaku pembunuhan yang tertangkap. Satu di antaranya hanya membantu pelaku utama. "Pelaku berinisial E atau Eko," ujarnya.

Kombes Wihastono menuturkan pelaku dengan korban merupakan rekan bisnis. Menurut keterangan polisi, pelaku membunuh korban karena urusan utang-piutang.

Dipukul Linggis di Kandang Ayam

Kasus pembunuhan di kali Ciliwung. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/FIF).

Menurut Wihastono, korban disebut tidak mau membayar utang, sampai akhirnya pelaku tega membunuh korban.

"Korban dibunuh di kandang ayam. Dipukul pakai linggis lalu dibakar," ujarnya.

Menurutnya, pelaku sengaja membakar mobil diduga karena ingin menghilangkan jejak. Tetapi, warga setempat langsung mematikan api . "Belum sempat menghilangkan jejak, api sudah dipadamkan warga," jelasnya.

Masih dari keterangannya, pelaku ditangkap sekira pukul 03.00 dini hari. Sekarang pelaku berada di Polres Sukoharjo dan hingga saat tim inafis serta Lab Forensik (Labfor) berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Adanya Tersangka Tambahan

Salah satu tersangka yang diamankan Polda Jateng. (Foto ;PMJ/Ist).

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi yang memimpin konferensi pers di Mapolres Sukoharjo menjelaskan penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti lain berkait kemungkinan adanya tersangka tambahan.

"Kita terus buktikan analisis forensik labfor dengan autopsi yang kita lakukan. Nanti kalau sudah jelas gelar perkara sampai rekontruksi dalam waktu dekat," ujar Ahmad Lutfhi kepada wartawan.

Menurutnya jika nanti ditemukan tersangka lain akan dilanjutkan pendalaman. Penyidik saat ini terus bekerja keras.

Ahmad Lutfi kembali memastikan bahwa pembunuhan sadis itu sudah direncanakan oleh pelaku.

"Alat tersebut sudah disipakan. Seperti linggis, lakban sudah disiapkan lebih dulu jadi ada perencanan di sana," Luthfi menegaskan.

Dihantam Benda Tumpul

Keterangan Kapolda Jateng. (Foto: NTMC Polri).

Ahmad Lutfi kembali memaparkan, korban meregang nyawa setelah dihantam benda tumpul linggis di bagian kepala saat hendak menuju ke mobil dari kandang ayam di wilayah Dukuh Ngesong, Desa Puhgogor, Bendosari.

Pasca korban tewas, selanjutnya pelaku mengikat menggunakan lakban dan memasukkan ke mobil sebelum akhirnya dibakar di wilayah yang juga masih di Bendosari.

Hal senada juga dikatakan Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas. Menurutnya, korban meregang nyawa diduga akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala.

"Jadi korban ini mengalami luka di kepala di antaranya trauma atau memar di rahang bagian kiri dan dahi. Dugaan trauma akibat benturan benda tajam yang kemudian dibakar di mobil," papar Bambang Yugo.

Yugo memaparkan, dugaan pembunuhan telah terindikasi sejak awal olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dukuh Cendana, Sugihan, Bendosari, Sukoharjo.

Bahkan dari olah TKP Labfor Polda Jawa Tengah juga ditemukan barang bukti sementara jerigen, sisa pembakaran, tas berisi kunci kendaraan milik korban yang identitas tinggal di Pasar Kliwon Kota Solo.

Sosok Pelaku yang Keji

Tersangka yang diamankan atas kasus pembunuhan Yulia. (Foto ;PMJ/Ist).

Tersangka pembunuhan Yulia (42) merupakan wanita yang ditemukan terpanggang di dalam mobil akhirnya diamankan. Satu pelaku yang baru diamankan ini berinisial Eko Prasetyo (30) warga Dukuh Ngesong RT 01/RW 02 Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari.

Eko mempunyai satu orang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Dalam kesehariannya, Eko tinggal di rumah mertuanya yang bernama Kamino Cipto Wiyono (63) di Dukuh Ngesong RT 01/RW 02 Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari.

Mertuanya Kamino mengaku kaget anak mantunya, Eko, dijemput polisi. "Eko dijemput polisi menjelang subuh, pukul 02.30, polisinya banyak ada enam mobil," ungkapnya.

Kamino mengaku tidak tahu menahu apakah anaknya terlibat dalam kasus pembunuhan Yulia. Tetapi ia mengetahui kalau anaknya dan Yulia punya hubungan bisnis peternakan ayam. "Yulia teman bisnis anak saya, pernah mampir ke sini sekali," katanya.

Sepengetahuan Kamino, bisnis peternakan ayam antara Eko dan Yulia sudah berjalan beberapa bulan, belum genap setahun. Selama tinggal bersamanya, anak mantunya ini tidak pernah menunjukkan gelagat yang aneh dan tidak temperamental.

Sementara, pekerjaan utama Eko sebagai tehnisi di perusahaan pemasangan WiFi. Bahkan sore sebelum peristiwa tersebut, Eko pamit untuk memasang jaringan WiFi. Dengan raut wajah yang lesu, Kamino menunjukkan lokasi kandang ayam yang menjadi bisnis Eko dan Yulia. Lokasinya tidak jauh dari rumah mereka, yakni sekira 500 meter.

Terpantau di lokasi kandang ayam yang disebut menjadi lokasi pertama atau lokasi pembunuhan Yulia. Bahkan garis polisi masih terpasang di dinding kandang yang terbuat dari bambu. Namun lokasi kandang sepi tidak ada penjaga dan jauh dari rumah warga.

Korban Yulia merupakan kakak ipar Andi Wibowo yang merupakan saudara sepupu Presiden Jokowi. (Dari berbagai sumber/ Fer).

BERITA TERKAIT