Politik

Minggu, 21 April 2019 15:53 WIB

Ketua DPR Dukung BNN Ubah Ladang Ganja Jadi Agrowisata & Lahan Produktif

Editor: Redaksi

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Dok Net)
PMJ - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah strategis Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah kepemimpinan Komjen Pol Heru Winarko melakukan program Grand Design Alternative Development (GDAD). Maka, BNN tidak hanya sekadar memberangus keberadaan lahan ganja semata. Tetapi juga mengalihkan fungsinya menjadi agrowisata, lahan pertanian produktif, maupun kegiatan lain yang bisa meningkatkan perekonomian penduduk setempat. “Program ini sudah sukses dijalankan di Desa Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireun, Aceh. Berkat kerjasama BNN dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar, lahan ganja seluas 25 hektar berhasil diubah menjadi lahan pertanian produktif seperti jagung,” terang Bamsoet menanggapi berbagai proyek keberhasilan GDAD yang dijalankan BNN di Aceh, Minggu (21/04/2019). “Langkah dari BNN ini tak hanya memberantas peredaran ganja, melainkan juga mencegah dengan konsep pemberdayaan masyarakat,” katanya lagi. Bamsoet juga memahami, tidak mudah bagi BNN mengubah perilaku warga yang sebelumnya telah bergantung kepada lahan ganja sebagai sumber pendapatan perekonomian. Selain itu, pemberangusan lahan ganja juga tidak membuat efek jera, karena ditutup satu tumbuh lagi lahan baru. Begitu pun dari segi penindakan hukum yang tidak menghasilkan banyak perubahan. “Langkah BNN menjalankan GDAD dengan mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan, sangat penting dilakukan. Ini menunjukan konsep pemberdayaan untuk pencegahan ternyata lebih jitu dilakukan ketimbang segi penindakan secara hukum,” ujar Bamsoet. Bamsoet pun mencatat, program GDAD telah dijalankan di tiga kabupaten di Provinsi Aceh sebagai proyek percontohan. Antara lain, di Aceh Besar, Gayo Lues dan Bireun. “DPR RI melihat GDAD sebagai langkah positif. Kita akan koordinasikan agar berbagai kementerian dan lembaga bisa mendukung,” tegasnya. “Misalnya Kementerian Pertanian dengan menyiapkan bibit dan pupuk, Kementerian PUPR dengan menyiapkan infrastruktur jalan dan irigasi, serta kementerian dan lembaga lainnya,” urainya menutup pembicaraan. (FER).

BERITA TERKAIT