Olahraga

Senin, 5 Oktober 2020 07:01 WIB

Ajang Pembuktian Romelu Lukaku Bersama Inter Milan

Editor: Ferro Maulana

Romelu Lukaku. (Foto: PMJ/ Dok Net).

PMJ - Bomber Romelu Lukaku pernah menjadi sasaran kritik saat masih bermain untuk Manchester United. Tetapi, situasi berbeda didapatkannya setelah bergabung dengan Inter Milan.

Lukaku memutuskan hijrah ke Inter Milan pada musim panas 2019 lalu. Tak perlu banyak beradaptasi, Lukaku langsung menjelma sebagai sosok penting bagi tim.

Terbukti ia sukses mengoleksi 34 gol dari 51 penampilannya bersama Nerazzurri dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di pentas Liga Europa 2019/20.

Hal itu seakan menjadi pembuktian atas kritik yang ia dapat semasa masih berseragam Manchester United. Saat itu ia disebut sebagai sosok pemalas di skuad Setan Merah.

"Setahun yang lalu, saat saya berada di Inggris, saya disebut ‘pemalas, saya tidak berlari, saya tidak melakukan ini dan itu’. Di sini, di ruang ganti, mereka menyebut saya sebagai pekerja keras,” ungkap Lukaku.

“Bika Anda melihat saya bermain di sini dan di sana, memang, ada perkembangan, iya, tapi Rom (yang sama) masih ada,” tuturnya.

Masih dari penuturan Lukaku, jika ada nilai persatuan yang kuat di Inter. Perbedaan budaya antara Inggris dan Italia juga membuat setiap individu jauh lebih solid.

"Ketika saya di Inggris, pemain Inggris ada di sana, pemain asal Prancis ada di sana, pemain Latin ada di sana. Benar-benar seperti sebuah tim yang bercampur, namun di Inter semua orang bersatu," katanya lagi.

“Semuanya berbahasa Italia, jadi itu adalah hal yang bagus. Hanya ada satu bahasa. Semuanya berbahasa Italia dan juga berbaur di satu meja," jelasnya.

“Saat (Ashley Young) datang dan bersama Victor (Moses) serta Christian (Eriksen), kami selalu bersama karena kami saling mengenal dari Liga Utama Inggris dan saya mengartikan bahasa kepada mereka sedikit, namun begitu Ash paham dasar dari bahasa Italia, semuanya berakhir,” tandasnya. (Times/ Fer).

BERITA TERKAIT