Olahraga

Senin, 11 Oktober 2021 22:01 WIB

Mantan Pelatih Bocorkan Neymar dan Mbappe Pemain yang Sulit Ditangani

Editor: Ferro Maulana

Neymar dan Kylian Mbappe. (Foto: Dok Net/ Istimewa)

PMJ NEWS -  Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel membeberkan bahwa Neymar dan Kylian Mbappe merupakan pemain yang sulit ditangani. Walaupun keduanya berstatus sebagai pemain termahal dunia. 

Untuk diketahui, Thomas Tuchel mengarsiteki Neymar dan Kylian Mbappe ketika masih menangani PSG dalam kurun waktu Juli 2018 hingga Desember 2020. 

Dalam kurun waktu tersebut, Tuchel mampu menjadikan Neymar dan Mbappe begitu tak terbendung untuk terus mencetak gol dan mengkreasikan assist buat Les Parisiens.

Melansir dari Transfermarkt, selama 2,5 musim ditangani oleh Thomas Tuchel di Paris Saint-Germain, kombinasi Kylian Mbappe dan Neymar mencatatkan statistik yang mencengangkan. 

Dari total 165 penampilan, jumlah total gol kedua bintang ini mencapai 134 gol, yang mana Mbappe mampu mencetak 83 gol dan Neymar mengoleksi hingga 51 gol.

Jadi keseluruhan, kontribusi Neymar dan Mbappe dalam bentuk assist maupun gol di 165 pertandingan yang dipimpin Thomas Tuchel, menyentuh angka 206 gol. 

Rinciannya, Mbappe mengkreasikan 42 assist dalam 98 pertandingan, sementara Neymar menciptakan 30 assist dalam 67 pertandingan. 

Berkat penampilan menawan keduanya, Thomas Tuchel pun sukses meraih enam trofi juara dengan dua diantaranya yakni gelar Ligue 1 Prancis dan Piala Super Prancis.

Namun demikian, selama 29 bulan bekerja bareng Neymar dan Mbappe, Tuchel mengakui dirinya sangat sulit menangani keduanya. 

Salah satunya yaitu karena masalah posisi bermain, di mana Mbappe dan Neymar merasa posisi terbaiknya yaitu sebagai bomber sayap kiri.

“Tak mudah untuk melatih Neymar dan Mbappe. Saya mengalami saat-saat sulit di PSG bersama mereka," ucapnya. 

"Namun saya menyesalkan karena harus meninggalkan pemain yang begitu bagus dan kadang itu terasa sangat berat,” bebernya. 

“Neymar dan Mbappe seringkali meminta dimainkan di sisi kiri. Mereka merasa bisa lebih baik di sisi kiri," tuturnya. 

Namun, sebagai pelatih saya harus tetap menemukan solusi siapa yang terbaik di sisi kiri lapangan, mampu menciptakan peluang demi kepentingan tim,” tandasnya. (Foto: Football London) 

BERITA TERKAIT