News

Selasa, 24 Agustus 2021 10:35 WIB

PPKM di Jakarta Turun Level, Wagub Ariza Minta Warga Jangan Lengah

Editor: Ferro Maulana

Penulis: Yeni Lestari

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. (Foto: PMJ News/Pemprov DKI)

PMJ NEWS - Penerapan PPKM di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) turun menjadi level 3 setelah sebelumnya berada di angka 4.

Tetapi, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat untuk tetap waspada agar tak lagi terjadi peningkatan kasus.

"Kita bersyukur, pemerintah pusat telah menetapkan Jakarta masuk ke PPKM level 3. Karena kemarin tetap berada di level 4, itu mempertimbangkan wilayah penyangga yang belum turun kasusnya. Sekarang kita sudah turun, tapi jangan sampai ada peningkatan lagi," ujar Riza dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Bahkan, Riza menyebut ada beberapa aturan yang dilonggarkan selama penerapan PPKM level 3. Seperti, pelonggaran pusat perbelanjaan dan tempat ibadah yang dapat diisi dengan kapasitas 50 persen.

Diharapkan, angka kesembuhan dan tingkat testing dapat terus meningkat. Sehingga dapat memutus penyebaran Covid-19.

"Untuk menjaga hal tersebut, kami minta agar seluruh masyarakat tetap di rumah saja. Karena rumah merupakan tempat yang terbaik, jangan lupa untuk melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan penuh tanggung jawab di masa PPKM level 3 yang sudah diputuskan pemerintah," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 30 Agustus 2021. Perpanjangan ini berlaku di daerah yang menerapkan PPKM level 2 sampai 4.

Khusus untuk wilayah aglomerasi, Jokowi menurunkan level PPKM yang semula di angka 4 dan turun menjadi level 3.

"Untuk Pulau Jawa, Bali, dan aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya Raya sudah berada di level 3 mulai tanggal 24 Agustus 2021," lanjutnya.

Jokowi mengungkapkan, alasan pemerintah menurunkan status PPKM di beberapa wilayah karena tren kasus Covid-19 terus mengalami penurunan sejak titik puncak pada 15 Juli 2021. Kasus sembuh juga terus menunjukkan peningkatan secara konsisten.

BERITA TERKAIT