Kesehatan

Kamis, 22 Juli 2021 10:05 WIB

Terpapar Covid-19 Usai Vaksin Pertama, Kemenkes: Bisa Lanjut Dosis Kedua

Editor: Hadi Ismanto

Masyarakat menerima vaksinasi Covid-19. (Foto: PMJ News/Dok Net).

PMJ NEWS - Pemerintah mengimbau agar masyarakat segera menjalani vaksinasi sebagai ikhtiar penanganan pandemi Covid-19. Langkah ini dilakukan untuk membentuk kekebalan komunal (herd immunity).

Namun, dalam beberapa kasus ada penerima vaksin dosis pertama justru terpapar Covid-19 setelah menjalani vaksinasi pertama. Mereka tertular di masa jeda menuju suntikan dosis kedua.

Pertanyaannya kemudian adalah bila seseorang yang tertular Covid-19 saat jeda waktu menunggu suntikan dosis kedua bisa melanjutkan vaksinasinya?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi (Foto: PMJ News/Instagram)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi (Foto: PMJ News/Instagram)

Jawabannya, seseorang masih bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah dinyatakan sembuh atau bebas dari Covid-19. Artinya, masyarakat tak perlu mengulangi proses vaksinasi dari awal jika di tengah perjalanan terinfeksi virus SARS-CoV-2.

"Vaksinasi lanjutan menunggu tiga bulan (setelah sembuh Covid-19), lanjut dosis kedua saja," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu lalu.

Selain itu, Nadia juga menegaskan bahwa suntikan dosis pertama dan kedua harus menggunakan vaksin yang sama. Jika Anda menggunakan Sinovac pada suntikan pertama, maka pada suntikan selanjutnya tetap menggunakan Sinovac.

"Jadi, vaksin satu dan kedua harus sama," ujar Nadia.

Diketahui, banyak orang yang tertular Covid-19 setelah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Para ahli sebelumnya pernah menegaskan bahwa suntikan vaksin dosis pertama tak menjamin tubuh langsung kebal terhadap paparan virus SARS-CoV-2.

Seseorang masih bisa tertular meski tubuhnya sedang dalam proses pembentukan antibodi yang disuntikkan vaksin. Antibodi disebut baru akan terbentuk sempurna dan mulai bekerja dengan baik melawan paparan virus corona pada hari ke-28.

Namun, meski antibodi sudah terbentuk, vaksin juga tak 100 persen membuat tubuh jadi kebal terhadap virus corona. Vaksin hanya bekerja untuk mencegah timbulnya gejala parah dan menekan risiko kematian.

Untuk itu, program vaksinasi seharusnya tak serta merta membuat masyarakat jadi abai terhadap protokol kesehatan. Hingga saat ini, protokol kesehatan tetap menjadi kunci pencegahan penularan Covid-19.

BERITA TERKAIT