Kesehatan

Rabu, 9 Juni 2021 21:09 WIB

Inovasi, Kapolsek Klapanunggal Temukan Obat Diabetes dari Daun Stevia

Editor: Ferro Maulana

Keterangan Kapolsek Klapanunggal, AKP M Fadli Amri. (Foto: Tangkapan layar Program Presisi TV Radio Polri).

PMJ NEWS -  Untuk mencegah meningkatnya penderita diabetes di Tanah Air, Kapolsek Klapanunggal, AKP M Fadli Amri bersama anggotanya berhasil menemukan produk yang berasal dari ekstrak daun stevia.

Untuk diketahui daun stevia (stevia rebaaudiana) sendiri sebenarnya sudah ditemukan ratusan tahun silam di Amerika Selatan.

Daun ini termasuk jenis rumpun bunga matahari dan memiliki kandungan Steviosol yang menawarkan rasa manis hingga 300 kali lipat daripada gula pasir namun sangat rendah kalori.

Kapolsek Klapanunggal Bogor menjelaskan, saat ini ia bersama dengan rekan-rekannya mengembangkan gula cair berbahan baku ekstrak daun stevia.

Penemuan obat diabetes oleh Kapolsek Klapanunggal, AKP M Fadli Amri dan jajarannya. (Foto: Tangkapan layar Program Presisi TV Radio Polri).
Penemuan obat diabetes oleh Kapolsek Klapanunggal, AKP M Fadli Amri dan jajarannya. (Foto: Tangkapan layar Program Presisi TV Radio Polri).

AKP M Fadli melanjutkan, proses pembuatan gula cair dari daun stevia sangat terjangkau, hanya saja perlu didukung oleh tekhnologi yang mumpuni.

Hal itu disebabkan, prosesnya menggunakan katalis enzim untuk mendapatkan esktrak daun stevia. Namun, sayang saat ini belum ada pabrik ekstrak tersebut di Indonesia.

"Sebenarnya ini cara membuatnya visible. Tetapi harus didukung oleh tekhnologi ekstraksi daun stevia yang saat ini belum ada di Indonesia, sehingga harus impor dari luar negeri,” tutur M Fadli dilansir dari program tayangan Presisi Petang TV Radio Polri.

Adapun ekstrak daun stevia ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi, sekitar 300 kali lipat dari gula tebu.

“Hal itu disebabkan, daun ini menawarkan rasa yang lebih manis dibandingkan gula yang biasa kita konsumsi, tapi tetap sehat karena sangat rendah kalori," paparnya.

Daun stevia untuk obat diabates. (Foto: Tangkapan layar Program Presisi Petang TV Radio Polri)
Daun stevia untuk obat diabates. (Foto: Tangkapan layar Program Presisi Petang TV Radio Polri)

Pembuatan dripsweet ini telah melalui proses pabrikasi yang sangat modern, serta sudah memiliki ijin edar BPOM dan sertifikasi Halal MUI.

Saat ini, produk sudah diterima konsumen di sejumlah daerah seluruh Indonesia, meskipun masih dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

"Rata-rata saat ini masih banyak yang menggunakan untuk konsumsi pribadi, industri makanan dan kuem” tuturnya.

“Ada juga yang kami kemas dalam botol kecil ukuran 5ml dan 30ml. Untuk hasil produksinya sementara ini bisa sekitar 300rb botol per bulan," sambungnya.

Kapolsek Klapanunggal Bogor mengungkapkan ide itu berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya kerabat yang terkena penyakit diabetes padahal usianya masih muda.

Indonesia Status Waspada Diabetes

Merujuk data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ketujuh dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi.

Prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen, yang artinya ada lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes per tahun 2020.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya dan seisinya, hal inilah yang menjadi prinsip hidup saya. Saya berharap produk ini bisa memberikan alternatif baru dalam memberikan rasa manis di hidup,” bebernya.  

“Selain produknya yang manis dan bermanfaat, tanaman daun stevia juga bisa menjadi alternatif baru untuk di budidayakan sehingga membuka peluang untuk para petani, dan juga kami membuka kerjasama dengan siapa saja yang ingin berjualan produk ini, komoditi baru untuk mengais rejeki" jelas Kapolsek Klapanunggal Bogor.

“Saya juga berharap ada yang mau berinvestasi untuk membuat pabrik esktrak daun stevia, karena akan sangat membantu sekali. Baik dari konsumen maupun petani, karena akan ada komoditi baru yang bisa di budidayakan,” ungkap Kapolsek Klapanunggal Bogor.

Dengan masa panen sekitar 1,5 sampai 2 bulan tentunya ini bisa menjadi alternatif tersendiri utk dibudidayakan, penanaman dan perawatannya sangat mudah dan setelah dipanen.

Tanaman ini bisa tumbuh kembali tanpa menanam bibit baru, hanya dengan system cangkok batang di ketinggian 800 dpl.

Kapolsek Klapanunggal Bogor kembali memaparkan, jika usaha untuk menemukan formula yang pas dan tidak pahit serta campuran yang tepat komposisi semua bahan alami ini tidak langsung berhasil.

Ia pernah mengalami kegagalan berkali-kali dan akhirnya di tahun 2019 akhir berhasil menelurkan produk yang bernama dripsweet, terbuat dari ekstrak daun stevia dan 100 persen bahan alami lainnya.

"Karena dari bahan dasarnya sendiri sudah rendah kalori, bahkan dalam beberapa jurnal penelitian dalam dan luar negeri, produk ini mengandung nol koma sekian yang bisa disetarakan dengan nol (zero) kalori sehingga lebih sehat jika dikonsumsi oleh penderita diabetes,”sambungnya panjang lebar.

“Produk ini juga menawarkan harga yang lebih murah jika di compare dengan penggunaan gula tebu ataupun produk sejenis lainnya," tutup Kapolsek Klapanunggal Bogor.

 

 

 

BERITA TERKAIT