Kesehatan

Selasa, 8 Juni 2021 10:05 WIB

5 Saran Dokter Agar Anak Aman Saat Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi

Editor: Hadi Ismanto

Pemprov DKI Jakarta menunda pembelajaran tatap muka. (Foto: PMJ News/Ilustrasi/Fif).

PMJ NEWS - Pembelajaran tatap muka rencananya akan kembali digelar pada Juli 2021. Namun, wacana ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, khususnya orang tua murid.

Dalam hal ini, orangtua murid memang memegang hak mutlak untuk memperbolehkan anaknya sekolah tatap muka atau tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.

Demi memastikan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini berjalan aman, ada beberapa tips yang harus diperhatikan orangtua seperti disampaikan Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr Ria Yoanita, Sp.A.

1. Cek Kesehatan Anak
Di masa pandemi Covid-19, disarankan agar menyediakan termometer di rumah untuk mengukur suhu tubuh anak setiap hari. Akan lebih baik lagi jika ada thermo gun yang lebih cepat menampilkan hasil pengukuran suhu tanpa bersentuhan dengan permukaan kulit.

"Jika suhu tubuh anak di atas batas, batuk, dan sesak napas, sebaiknya minta izin untuk tetap di rumah," ujar dr Ria.

2. Ajarkan Praktik Kebersihan Kepada Anak
Kebanyakan anak memang cenderung sulit menjaga kebersihan. Untuk itu, diperlukan trik agar anak bisa mempraktikan kebiasaan hidup bersih. Dimulai dengan mencuci tangan.

Disarankan agar orangtua mengajari anak mencuci tangan sambil menyanyi dengan durasi sekitar 20 detik. Pilih lagu kesukaan anak agar hatinya senang saat mencuci tangan.

"Saat sekolah nanti, bawa air minum dan peralatan makan sendiri dari rumah. Ini penting, karena di masa pandemi Covid-19, membeli makanan dan minuman dengan peralatan dari penjual berisiko menimbulkan penularan," jelasnya.

Hal yang tak kalah penting adalah membiasakan si anak buang sampah pada tempatnya. Menurut Ria, situasi pandemi membuat ajaran buang sampah dengan benar ini kian mendesak untuk diterapkan.

"Ajari anak cara mengenakan masker yang benar dan ingatkan untuk merusak masker dulu sebelum membuangnya agar tidak digunakan ulang," tuturnya.

3. Ajarkan Etika Batuk dan Bersin
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan agar semua orang menerapkan etika batuk dan bersin, yakni:
- Tidak melepas masker saat bersin atau batuk karena masker dapat menahan percikan.
- Segera buang masker dan ganti dengan yang baru bila sudah basah.
- Tidak menyentuh wajah saat bersin atau batuk. Gunakan tisu atau lengan baju bagian dalam untuk menutupi hidung dan mulut.
- Cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau hand sanitizer setelah bersin atau batuk.

"Orangtua dapat mengajari etika ini dengan memberikan contoh kepada anak. Anak akan lebih mudah mengikuti bila melihat langsung contoh dari orang tua," terangnya.

4. Memilih transportasi yang aman pergi ke sekolah
"Tidak disarankan untuk menggunakan transportasi umum bagi siswa untuk pergi dan pulang sekolah. Sebaiknya antar dan jemput anak dengan kendaraan pribadi bila memungkinkan," saran dr Ria.

"Jika tidak, sekolah dapat berkoordinasi dengan dinas perhubungan di daerahnya untuk menyediakan sarana transportasi khusus siswa sekolah, tidak bercampur dengan masyarakat umum," sambungnya.

5. Minta Anak Tidak Menyentuh Area Wajah
Droplet yang mengandung virus corona dapat memasuki tubuh manusia lewat tiga bagian yang berongga di wajah, yaitu mata, hidung, dan mulut.

"Orangtua mesti tidak putus mengingatkan buah hatinya agar senantiasa mengenakan masker di sekolah. Ingatkan pula supaya tidak menyentuh wajahnya dengan alasan apa pun. Bila hendak menyentuh wajah, cuci tangan dulu dengan sabun," tukasnya.

BERITA TERKAIT