Fokus

Minggu, 23 Mei 2021 13:00 WIB

Antisipasi dan Upaya Pemerintah Tekan Kasus Baru Covid-19 Pasca Lebaran

Editor: Hadi Ismanto

Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan penambahan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran 2021. (Foto: PMJ News).

PMJ NEWS - Jauh hari sebelum libur lebaran, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan penambahan kasus baru Covid-19. Mulai dari kebijakan larangan mudik, penyekatan pemudik, hingga tes swab antigen saat warga kembali dari kampung halamannya.

Berdasarkan tren, kasus Covid-19 biasanya melonjak seusai masa libur panjang. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seusai masa libur Lebaran beberapa waktu lalu, termasuk mempersiapkan fasilitas kesehatan (faskes).

Tercatat Kamis (20/5/2021), Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 5.797 kasus baru. Naiknya kasus positif ini juga sejalan dengan bertambahnya kapasitas testing secara signifikan.

"Kami berharap (jumlah kasus Covid-19) bisa terkendali, tapi kami harus hati-hati dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascaliburan," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Tingkat Pusat, Reisa Broto Asmoro, Jumat (21/5/2021).

Pemerintah Tekan Angka Pemudik Lebaran 2021

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: PMJ News/Dok Net).
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: PMJ News/Dok Net).

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan sebanyak 1,5 juta orang masih nekat melakukan mudik pada musim Lebaran tahun ini. Namun, angka itu di bawah angka survei.

"Setelah itu kami melakukan suatu aksi-aksi yang dilakukan oleh K/L termasuk Polri maka turun lagi, menurut catatan kami kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit (pemudik)," ungkap Budi dalam video conference BNPB, Sabtu (15/5/2021) lalu.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Polisi Istiono menyebut penyekatan pemudik dalam Operasi ketupat Jaya efektif menurunkan 74 persen jumlah warga yang ingin ke kampung halaman saat Lebaran 2021.

"Analisis dan evaluasi selama 8 hari Operasi Ketupat 2021, volume arus mudik kemarin turun yang menuju Jawa lebih kurang 74 persen, yang menuju Jawa Barat turun 100 persen, menuju Merak turun 45 persen," jelas Istiono dalam keterangannya, Jumat (14/5/2021) lalu.

Kakorlantas mengatakan, efektivitas sosialisasi peniadaan mudik pada saat operasi keselamatan 24 April sampai 5 Mei. Selain itu, penyekatan di 381 titik juga dinilai sebagai upaya pencegahan yang berjalan maksimal.

"Ini artinya kesadaran masyarakat sudah bagus dan langkah-langkah tindakan untuk melakukan pencegahan, baik melalui sosialisasi maupun langkah penyekatan di lapangan, sangat efektif untuk dilakukan," ujarnya.

Penyekatan untuk Lindungi Masyarakat dari Penyebaran Covid

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan. (Foto: PMJ News).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan. (Foto: PMJ News).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan penyekatan larangan mudik dilakukan agar masyarakat terbebas dari resiko penularan Covid-19. Pemudik yang pulang ke kampung halaman dikhawatirkan membawa virus dan membahayakan orangtuanya.

"Tentunya, di sanalah ada resiko terpapar. Resiko penularannya pun bisa tiga kali lipat daripada anak muda," ujar Sigit usai meninjau pos penyekatan mudik di Gerbang Tol Cikarang Barat 3, Rabu (12/5/2021).

Sigit mengatakan, silaturahmi tetap bisa dilakukan secara virtual seperti video call atau cara lainnya untuk sementara waktu. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Oleh karena itu, kami mohon maaf dan maklum sekali lagi kepada seluruh masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan, masyarakat tetap waspada dan jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Langkah ini untuk mencegah lonjakan penyebaran Covid-19.

Tes Covid-19 Bagi Pemudik, Langkah Antisipasi Kasus Baru Saat Arus Balik

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: PMJ News/Setpres).
Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: PMJ News/Setpres).

Pemerintah melaksanakan skema untuk mengantisipasi mobilisasi masyarakat seusai mudik Lebaran. Mengingat diperkirakan 1,5 juta orang masih melakukan perjalanan ke luar Jabodetabek.

Antisipasi arus balik pasca Lebaran ini juga diterbitkan melalui surat Kepala Satgas Penanganan Covid-19 tentang Antisipasi Perjalanan Masyarakat pada Arus Balik Idul Fitri 2021.

"Di dalam surat ini pemerintah daerah, khususnya provinsi di Pulau Sumatera wajib teliti dan cermat memeriksa dokumen pelaku perjalanan dalam masa arus balik," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Jumat (14/5/2021).

Menurut Wiku, sesuai surat edaran Nomor 13 Tahun 2021, surat bebas Covid-19 dokumen tersebut meliputi hasil tes PCR, swab antigen atau GeNose. Dengan masa berlaku selama 3 x 24 jam dalam masa peniadaan mudik 6 - 17 Mei 2021.

"Maka, siapa pun pelaku perjalanan yang tidak sehat dan tidak mampu menunjukkan dokumen perjalanan dan surat ijin perjalanan, siapa pun itu wajib tanpa terkecuali harus putar balik dan tidak boleh melanjutkan perjalanan," tuturnya.

Polisi Temukan 380 Pemudik Masuk Jakarta Terpapar Covid-19

Polda Metro Jaya mencatat ada sekitar 58.601 pemudik yang kembali datang ke wilayah DKI Jakarta telah menjalani tes swab antigen. Mereka melakukan swab antigen di 14 titik pos yang disediakan terhitung sejak 16-21 Mei 2021.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, dari puluhan ribu warga yang menjalani swab antigen tersebut, sebanyak 380 orang terpapar Covid-19.

"Dari 58.601 pemudik tercatat sekitar 380 orang reaktif Covid-19 atau positif, sementara sisanya itu non-reaktif," ungkap Yusri saat dikonfirmasi, hari ini Sabtu (22/5/2021).

Yusri menjelaskan ratusan warga tersebut kini tengah menjalani isolasi mandiri di beberapa tempat yang ditentukan. Sebanyak 65 orang diketahui tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

"191 orang menjalani isolasi mandiri di rumah, kemudian 65 dirujuk ke wisma atlet, dan 124 orang lainnya menjalani isolasi di tempat rujukan lain," sambungnya.

"Untuk rujukan lainnya ini diberikan khusus kepada warga yang bukan berasal dari DKI Jakarta. Jadi misalnya, jika rumahnya di Lebak, Banten, maka kita berkoordinasi dengan satgas Covid-19 Lebak untuk dijemput agar yang bersangkutan menjalani isolasi," imbuh Yusri.

Polisi Datangi Rumah Pemudik untuk Tes Covid-19

Super hero ajak anak di Cimanggis Depok ikut rapid tes antigen. (Foto: PMJ News).
Super hero ajak anak di Cimanggis Depok ikut rapid tes antigen. (Foto: PMJ News).

Sebagai langkah jemput bola dalam pelayanan pemeriksaan rapid antigen kepada para pemudik dan keluarganya, Polsek Cimanggis Depok menggunakan kostum super hero.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Ibrahim J Sadjab mengatakan penggunaan kostum ini sebagai pendekatan dan menunjukan sisi humanis agar warga yang baru tiba dari kampung halaman, khususnya anak-anak tidak takut untuk melaksanakan tes rapid antigen.

"Banyak anak-anak yang ikut mudik bersama orang tuanya dan wajib menjalani tes. Dengan kostum super hero ini, kita memberikan hiburan dan edukasi agar mereka tidak takut," jelas Ibrahim J Sadjab kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).

Kapolsek menjelaskan, dari data RT/RW tercatat ada 88 warga yang mudik ke luar daerah. Menurut dia, saat ini baru 27 orang yang menjalani tes dan belum ada warga yang dinyatakan reaktif Covid-19.

"Untuk saat ini di wilayah Cimanggis ada 88 orang yang terdaftar melalui RT/RW. Sebagian besar dari mereka sudah kembali ke rumahnya. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang ditemukan reaktif," tuturnya.

Selain di Cimanggis, langkah inisiatif Polri dalam penyebaran Covid-19 ini juga digelar hampir di semua polsek. Kebijakan ini merupakan arahan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran.

BERITA TERKAIT