Fokus

Minggu, 16 Mei 2021 12:55 WIB

Pengungkapan Kasus Sabu Timur Tengah Rp400 Miliar

Editor: Ferro Maulana

Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu jaringan internasional. (Foto: Ilustrasi/ Dok Net)

PMJ NEWS -  Kepolisian mampu menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu asal Timur Tengah yang dikendalikan jaringan Nigeria seberat 310 kilogram (kg), di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja keras tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat diperbantukan Polda Metro Jaya yang dilakukan selama tiga bulan pemantauan serta penyelidikan.

"Patut diduga ini masuk melalui jalur laut. Menurut hasil interogasi penyelidikan kita, di dalam pemantauan sekitar tiga bulan dari mulai bulan Februari kelompok ini diidentifikasi oleh Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat," tutur Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran.

Keterangan Kapolda Metro Jaya dan jajarannya dalam pengungkapan kasus sabu jaringan internasional. (Foto: PMJ News/ Yeni)
Keterangan Kapolda Metro Jaya dan jajarannya dalam pengungkapan kasus sabu jaringan internasional. (Foto: PMJ News/ Yeni)

Menurut Fadil, narkotika jenis kristal putih tersebut diduga diproduksi di Timur Tengah. Namun, dikendalikan peredarannya oleh jaringan atau kelompok asal Nigeria.

Dimasukkan Dalam Piston dan Tulisan Bahasa Arab

Untuk diketahui, dua tersangka yang diduga terlibat peredaran narkoba tersebut berinisial NR dan HK, dimana mengedarkannya di Tanah Air.

Para tersangka menyembunyikan sabu dengan cara memasukkannya di dalam piston mobil.

"Ini spektakuler karena barang buktinya cukup menarik. Yakni, diletakkan di dalam piston," jelas Irjen Fadil.

Keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan jajarannya soal pengungkapan kasus narkoba sabu jaringan Timur Tengah. (Foto: PMJ News/ Yenni).
Keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan jajarannya soal pengungkapan kasus narkoba sabu jaringan Timur Tengah. (Foto: PMJ News/ Yenni).

"Kalau diperiksa tanpa menggunakan alat khusus seperti x-ray maka akan sulit untuk dideteksi," ujarnya menambahkan.

Menurut Fadil, hal yang menjadi pembeda dari jaringan ini yaitu kemasannya. Alasannya, jaringan tersebut mengemas narkotika jenis sabu ini di dalam kotak makanan dan jumlahnya lebih banyak.

"Pada setiap kemasan, ada tulisan menggunakan bahasa abjad Arab. Jadi patut diduga ini berasal dari Timur Tengah," lanjutnya.

Masih dari keterangan Kapolda Metro, barang bukti narkoba jenis sabu ini masuk ke Indonesia diduga melalui jalur laut sehingga baru bisa terungkap.

Barang bukti sabu yang diamankan polisi. (Foto: PMJ News)
Barang bukti sabu yang diamankan polisi. (Foto: PMJ News)

Proses penelusuran jaringan ini pun berlangsung selama tiga bulan hingga penangkapan yang berlangsung di Desa Rawakalong, Gunung Sindur, Jawa Barat, pada Sabtu (8/5/2021) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalami Kasus Sabu Rp400 Miliar

Di kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan penyidik masih mendalami pelaku lain serta jaringan peredaran sabu yang diperkirakan senilai Rp400 miliar tersebut.

"Kita bekerja sama dengan satuan keamanan narkotika negara lain karena ini menyangkut lintas negara," ungkap Yusri.

"Podusennya Timur Tengah pengendali Nigeria dan penjualannya ke Indonesia melalui jalur laut dari ujung Sumatera, Aceh," sambungnya.

Barang bukti sabu yang disembunyikan dalam mobil dan Tupperware. (Foto: PMJ News).
Barang bukti sabu yang disembunyikan dalam mobil dan Tupperware. (Foto: PMJ News).

Yusri melanjutkan, selama tiga bulan tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, melakukan pengintaian hingga ke daerah Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

"Di situ dilakukan penangkapan terhadap kendaraan yang berisi lebih kurang 310 kg sabu dengan dua orang tersangka (NR dan HA)," tambahnya.

"Apakah masih ada tersangka lain, ini masih kita dalami. Ini penangkapan terbesar tingkat Polres dengan berat 310 kg, dan masih terus kita kembangkan apakah kemungkinan masih ada tersangka lain," pungkasnya.

Korelasi dengan Kelompok Terorisme

Dalam pengungkapan kasus sabu kali ini, Kapolda Metro mengungkapkan kemungkinan jaringan itu berkorelasi dengan kelompok terorisme.

Dua pelaku pengedar sabu diamankan polisi. (Foto: PMJ News).
Dua pelaku pengedar sabu diamankan polisi. (Foto: PMJ News).

"Masih kita selidiki. Apakah ini digunakan untuk kegiatan lain atau murni sindikat narkoba," beber Irjen Fadil.

Fadil menambahkan, jaringan narkotika biasanya berkenaan dengan organisasi kejahatan lainnya.

"Narkotika ini memang memiliki korelasi dengan organize crime dengan yang lainnya. Bisa saja memiliki korelasi dengan kelompok teror, bisa saja kelompok kartel, bisa saja dengan pelaku-pelaku people smuggling dan sebagainya," urainya melanjutkan.

Kerja Sama dengan DEA

Terbongkarnya kasus sabu Rp400 miliar karena Polres Metro Jakarta Pusat bekerja sama dengan drug enforcement administration (DEA). Polisi bekerja sama dengan Badan Narkotika Amerika Serikat iti mengingat jaringan ini merupakan kelompok internasional.

Anggota Drug Enforcement Administration
Anggota Drug Enforcement Administration

"Karena ini yang bekerja jaringan internasional. Kita bekerja sama degan agen penegakan hukum yang di luar termasuk, yang tadi saya sampaikan dengan DEA," sambungnya.

"Sehingga pertukaran informasi untuk mengungkap jaringan ini mulai dari hulu hingga hilir bisa diungkap tuntas," ungkapnya.

Selamatkan 1,2 Juta Orang, Kapolda Berikan Apresiasi

Kapolda Metro memberikan apresiasi atas pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis sabu sebesar 310 kilogram asal Timur Tengah, yang dikendalikan oleh jaringan internasional tersebut.

Pengungkapan ini dilakukan oleh jajaran Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat. Fadil menyebut, jika jumlah narkoba jenis sabu yang diungkapkan merupakan terbanyak yang dilakukan oleh jajaran Polres.

Keterangan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran dan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat. (Foto: PMJ News/ Yenni).
Keterangan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran dan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat. (Foto: PMJ News/ Yenni).

"Setiap kerja keras pasti ada penghargaan atau reward dari pimpinan. Nanti kami berharap dari saya tentu pasti saya berikan apresiasi," ucap Fadil.

Lebih jauh Fadil menerangkan, pengungkapan kasus narkoba ini memang menjadi yang terbanyak dilakukan oleh jajaran setingkat Polres. Karena itu, dirinya pun juga akan menyampaikan ke Kapolres atas prestasi para jajaran yang berhasil mengungkap kasus ini.

"Tentu Kapolri pasti akan mengapresiasi juga. Kami akan menyarankan tim yang bekerja ini diberikan reward dan barang ini pun juga sekitar Rp400 miliar dan ini bisa digunakan oleh 1,2 juta pengguna aktif ini yang bisa kita selamatkan," pungkasnya.

BERITA TERKAIT