Fokus

Sabtu, 26 Desember 2020 13:20 WIB

Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Pilihan Terbaik untuk Kepentingan Rakyat

Editor: Ferro Maulana

Resuffle Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi. (Foto: PMJ News/ Ilustrasi/ Fif)

PMJ NEWS -  Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia mulai bulan Maret 2020 memberi banyak perubahan. Mulai dari adanya pembatasan sosial hingga pengurangan karyawan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan akibat perekonomian yang goyah terdampak pandemi.

Pemerintah Indonesia terus berupaya memperbaiki persoalan yang muncul akibat dampak dari pandemi Covid-19. Antara lain melakukan perubahan dalam Kabinet Indonesia Maju. Belum lama ini, Presiden Jokowi melantik 6 menteri dan 5 wamen baru.

6 Menteri dan 5 Wakil Menteri 

Presiden Jokowi umumkan 6 Menteri barunya. (Foto: Instagram Setkab)
Presiden Jokowi umumkan 6 Menteri barunya. (Foto: Instagram Setkab)

Presiden Jokowi melantik Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, menggantikan posisi Juliari Batubara yang terseret kasus korupsi bantuan sosial. Kemudian, Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio.

Berikutnya, Wakil Menteri BUMN sekaligus Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto. Lalu, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi.

Selanjutnya, Sakti Wahyu Trenggono menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan posisi Edhy Prabowo yang tersandung kasus korupsi ekspor benih lobster. Kemudian, Muhammad Lutfi menjadi Menteri Perdagangan menggantikan posisi Agus Suparmanto.

Menteri-menteri Jokowi
Menteri-menteri Jokowi

Pada posisi wakil menteri, Muhammad Herindra menjadi Wakil Menteri Pertahanan, menggantikan Sakti yang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Berikutnya, Guru Besar Hukum Universitas Gadjah Mada Edward Omar Sharif Hiariej sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM.

Selanjutnya, Jokowi melantik Dante Saksono Harbuwono sebagai Wakil Menteri Kesehatan. Kemudian, Harvick Hasnul Qolbi menjadi Wakil Menteri Pertanian, serta Pahala Mansury sebagai Wakil Menteri BUMN menggantikan posisi Budi yang kini menjadi Menteri Kesehatan.

Dalam pelantikan itu, Jokowi didampingi Wakil Presiden Maruf Amin dan beberapa menteri. Prosesi pelantikan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan mewajibkan seluruh tamu mengenakan masker, face shield, serta menjaga jarak.

Menteri-menteri Jokowi
Menteri-menteri Jokowi

Kepala BNN dan BRGM Juga Dilantik

Selain Menteri dan Wamen, Presiden Jokowi juga turut mensahkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang baru.

Mantan Kapolda Bali, Irjen Petrus Reinhard Golose, resmi ditunjuk menjadi Kepala BNN. Sedangkan Hartono Prawiraatmaja dilantik presiden sebagai Kepala BRGM.

Pelantikan Kepala BNN itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 203/TPA Tahun 2020. Sementara pelantikan Kepala BRGM berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/M Tahun 2020.

Presiden melantik Kepala BNN dan Kepala BRG. (Foto: PMJ News/YouTube Sekretaris Presiden).
Presiden melantik Kepala BNN dan Kepala BRG. (Foto: PMJ News/YouTube Sekretaris Presiden).

Dalam pelantikan tersebut seluruh hadirin di ruangan mengenakan masker dan juga menjaga jarak. Kepala Negara memimpin pengucapan sumpah jabatan kepada dua pejabat yang dilantik.

Pelantikan dua pejabat baru ini dilakukan di hari yang sama dengan pelantikan para menteri hasil reshuffle kabinet Indonesia Maju. Kemudian juga ada pelantikan wakil menteri.

Profil 6 Menteri Baru Jokowi

1. Tri Rismaharini

Tri Rismaharini (Menteri Sosial). (Foto: Instagram Setkab)
Tri Rismaharini (Menteri Sosial). (Foto: Instagram Setkab)

Di awal masa pemerintahannya menjadi Wali Kota Surabaya, Risma terkenal juga dengan perhatiannya terhadap taman. Hal ini merupakan cerminan dari pendidikan yang ditempuhnya.

Dilansir dalam laman Pemerintah Provinsi Surabaya, Risma merupakan lulusan arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 1987. Selanjutnya pada 2002 menyelesaikan S2 nya di managemen pembangunan kota di kampus yang sama ITS.

2. Sandiaga Salahudin Uno

Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). (Foto: Instagram)
Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). (Foto: Instagram)

Bisnis administrasi merupakan bidang yang dikuasai Sandiaga Uno. Pemilik Saratoga dan Recapital tersebut mendapatkan gelar sarjana dan masternya untuk jurusan bisnis administrasi, seperti dikutip bio.or.id pada Rabu (23/12/2020).

Pada tahun 1990, Sandi lulus di Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS. Dua tahun berselang pada 1992, dia lalu menyabet gelar Master of Business Administration, The George Washington Univ., Washington, AS.

Terbaru, Sandiaga berhasil meraih gelar Doktor Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Harapan (UPH).

3. Budi Gunadi Sadikin

Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan). (Foto: Instagram Setkab)
Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan). (Foto: Instagram Setkab)

Budi menyabet gelar sarjana di bidang Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1988 seperti dikutip Bisnis, Selasa (22/12/2020).

Ia juga mempunyai sertifikasi sebagai Chartered Financial Consultant (ChFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004.

4. Yaqut Cholil Qoumas

Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama). (Foto: Instagram Setkab)
Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama). (Foto: Instagram Setkab)

Situs resmi DPR melaporkan pada Rabu (23/12/2020), Yaqut terakhir menempuh pendidikan di SMAN II Rembang pada 1993. Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Agama, Yaqut merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Jawa Tengah X.

5. Sakti Wahyu Trenggono

Sakti Wahyu Trenggono (Menteri KKP). (Foto: Instagram Setkab)
Sakti Wahyu Trenggono (Menteri KKP). (Foto: Instagram Setkab)

Dilansir dari Kementerian Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono menumpuh pendidikan S1 dan S2 nya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pria kelahiran Semarang, 3 November 1962 ini mendapatkan gelar sarjana Teknik Industri ITB pada tahun 1986. Kemudian pada tahun 2006 mendapatkan gelar MBA.

6. Muhammad Lutfi

Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan). (Foto: Instagram Setkab)
Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan). (Foto: Instagram Setkab)


Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1969 ini mendapatkan gelar sarjananya di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, jurusan Ekonomi, seperti dikutip pada laman Kedutaan Indonesia untuk Amerika.

Untuk diketahui sebelum ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Perdagangan, Lutfi tengah menjalankan tugasnya menjadi duta besar di Amerika Serikat.

Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Dok Net)
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Foto: Dok Net)

PR Besar Para Menteri Baru

Dalam hari pertama kerjanya, Risma langsung melakukan berbagai perubahan. Antara lain memperbarui data penerima bantuan dan mengubah pendistribusian bantuan dari pemerintah. Risma mengindikasikan bahwa ke depannya, bantuan akan diberikan dalam bentuk uang.

"Kita akan lakukan semuanya itu secara transparan. Tidak ada cash atau tunai dalam bentuk apapun, kami agan gunakan semua transaksi dalam bentuk elektronik.

"Dan juga semua masukan dari daerah, kami akan gunakan elektronik yang cepat sehingga perbaikan-perbaikan data bisa segera kami lakukan. Dengan demikian, efektivitas akan bisa tercapai."

Perubahan dan upaya perbaikan juga dilakukan Sakti. Menjawab pertanyaan tentang terobosan apa yang akan dilakukannya dalam posisi baru, Sakti mengatakan ia akan memastikan keberlangsungan ekosistem kelautan bisa berjalan dan tak rusak.

"Namun, demikian di sisi lain dia harus bisa memberikan manfaat kesejahteraan yang besar pada bangsa ini," ujarnya.

Sakti dalam waktu dekat dia akan melakukan "belanja masalah dan evaluasi" kebijakan-kebijakan untuk melanjutkan apa yang baik dan menghentikan apa yang kemudian dipandangnya tidak baik.

Pelantikan enam Menteri dan Wakil Menteri baru Kabinet Indonesia Maju. (Foto: PMJ News/YouTube Sekretaris Presiden).
Pelantikan enam Menteri dan Wakil Menteri baru Kabinet Indonesia Maju. (Foto: PMJ News/YouTube Sekretaris Presiden).

Gebrakan baru juga akan dilakukan Sandiaga Uno. Setelah pelantikan, Sandiaga mengatakan ia akan fokus melaksanakan program-program yang inovatif.

"Karena kita harus bergerak secara cepat. Pak presiden dan wapres arahannya dalam 1 tahun ini harus ada quick wins, harus ada perubahan yang mendasar pada saat kita berbenah terhadap lima destinasi super prioritas," ujarnya.

Ia menambahkan kebangkitan sektor pariwisata harus dilakukan dengan memastikan aspek Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability (CHSE - Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Keberlangsungan Lingkungan) demi beradaptasi dengan keadaan pandemi Covid-19.

Sementara itu, Lutfi yang pernah menjadi Menteri Perdaganan di era pemerintah Presiden SBY mengatakan program utamanya adalah memastikan barang-barang Indonesia bisa diekspor dan berkompetisi dengan baik di tengah perekonomian dunia yang melemah.

"Ini adalah bagian dari perbaikan ekonomi nasional dan berharap bisa menjadi daya ungkit baru untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat.

"Saya juga ingin memasitkan bahwa arus barang berjalan dengan baik dan ini adalah bagian untuk kepercayaan masyarakat untuk segera memulihkan daya beli. ini merupakan agenda-agenda utama yang akan saya laksanakan pada waktu yang singkat ini," pungkasnya.

Untuk urusan kementerian Agama, Yaqut menjanjikan terobosan dari kementerian agama "yang akan berbeda dari masa-masa sebelumnya."

Ia mengatakan ada banyak yang mau dikerjakan, tapi semua itu bisa dirangkum menjadi satu kalimat: Bagaimana membuat agama sebagai inspirasi bukan aspirasi.

Dan terakhir dari Menteri Kesehatan. Dalam keterangan pers, Budi mengaku mendapat amanat dari presiden untuk menangani pandemi covid-19 dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya.

"Agar semua murid bisa kembali sekolah, agar pengusaha UKM bisa segera kembali membuka tokonya, agar semua keluarga kita bisa kembali bersilaturahmi, dan agar seluruh rakyat Indonesia bisa hidup normal kembali," ujarnya.

BERITA TERKAIT