News

Jumat, 6 Maret 2020 10:48 WIB

Flybe, Maskapai Penerbangan Inggris Tumbang Terdampak Corona

Editor: Hadi Ismanto

Maskapai penerbangan kedua terbesar di Inggeris, Flybe harus gulung tikar akibat corena (Foto: Dok Net)

PMJ - Dampak virus corona setidaknya memengaruhi sektor usaha di Inggris, salah satunya bisnis penerbangan. Maskapai kedua terbesar, Flybe bahkan harus gulung tikar dan merumahkan ribuan karyawannya.

Seperti dilansir laman The Guardian, Jumat (6/3/2020), Kepala eksekutif Flybe Mark Anderson mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan upaya untuk mengindari kebangkrutan. Namun tak mampu mengatasi keuangan yang merosot secara signifikan.

"Inggris telah kehilangan salah satu aset regional terbesarnya. Flybe telah menjadi bagian penting dari industri penerbangan Inggris selama empat dekade, menghubungkan komunitas regional, orang-orang dan bisnis di seluruh negara.” jelas Anderson.

Maskapai ini memperkerjakan lebih dari 2.000 orang secara langsung dan merupakan salah satu maskapai terkemuka di bandara Belfast, Southampton, Manchester dan Birmingham.

Sekitar 8 Juta orang per tahun menggunakan layanan Flybe. Namun kecemasan publik dan pembatasan perjalanan bisnis akibat wabah virus corona telah memaksa maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk berhemat dalam menghadapi penurunan pemesanan.

Ditambah pemerintah tidak bersedia memberikan jaminan kepada Flybe, meskipun ada seruan dari serikat pekerja dan anggota parlemen di wilayah tersebut dengan maskapai lain yang di pimpin oleh pemik British Airways, IAG, dan Ryanair yang keberatan tentang prospek bantuan negara dan mengancam tindakan hukum.

"Ekonomi Inggris sangat tergantung pada jaringan maskapai penerbangan dan bandara regional yang layak dan didukung," ujar Pejabat Komisi Penerbangan Nasional, Oliver Richardson.

Sementara seorang juru bicara pemerintah membantah bahwa penutupan Flybe merupakan keputusan komersial perusahaan. Kesulitan keuangan Flybe telah berlangsung lama sebelum menyebarnya Covid-19.(Iza/Hdi)

BERITA TERKAIT