News

Selasa, 9 Juni 2020 13:26 WIB

Kapolri Terbitkan Telegram Terkait Maraknya Jenazah PDP Diambil Paksa

Editor: Hadi Ismanto

Kapolri Jenderal Idham Azis (Foto: PMJ News)

PMJ - Sebuah video yang menayangkan jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dijemput paksa oleh warga sempat viral di media sosial. Peristiwa yang belakangan marak ini pun mendapat perhatian khusus dari pihak kepolisian.

Kapolri Jenderal Idham Azis pun menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 tanggal 5 Juni 2020, yang ditandatangani oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kepala Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19.

"Surat Telegram tersebut ditujukan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan Covid-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk, terutama pasien yang sudah menunjukkan gejala, memiliki riwayat penyakit kronis atau dalam keadaan kritis, " jelas Agus Andrianto dalam keterangan persnya, Selasa (9/6/2020)

Surat Telegram Kapolri ini juga memerintahkan para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda atau Kapolda, dan Kaopsres untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak rumah sakit rujukan Covid-19 agar dapat secara akurat memastikan penyebab kematian pasien.

"Jika jenazah yang dimaksud telah dipastikan positif Covid-19, maka proses pemakamannya harus dilakukan sesuai prosedur Covid 19. Namun jika jenazah terbukti negatif Covid-19, proses pemakamannya dapat dilakukan sesuai dengan syariat atau ketentuan agama masing-masing," tutur Agus.

Kendati begitu, Agus tetap mengingatkan kepada pihak keluarga atau kerabat, proses persemayaman dan pemakamannya juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker dan jaga jarak.

"Berikan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait proses pemakaman jenazah Covid-19. Sehingga tidak terulang kejadian seperti di video yang viral kemarin, termasuk jangan sampai ada lagi penolakan pemakaman pasien Covid-19 oleh warga," tukasnya.(Hdi)

BERITA TERKAIT