Politik

Senin, 16 November 2020 12:48 WIB

Jokowi Tegaskan Pentingnya Kerjasama ASEAN di Bidang Kesehatan

Editor: Ferro Maulana

PMJ – Presiden RI Joko Widodo menegaskan pentingnya kerjasama di bidang kesehatan sekaligus menjaga stabilitas kawasan dalam akhir rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT ASEAN ke-37, Minggu (15/11/2020).

Hal tersebut dijelaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi di seluruh rangkaian acara. Menurut Retno, Kepala Negara menyampaikan tiga pesan utama dalam akhir rangkaian KTT Ke-37 ASEAN.

Yaitu, pertama, pesan terkait pentingnya memperhatikan kerjasama di bidang kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti, membangun ketahanan kesehatan kawasan dan dunia.

Hal kedua adalah mendorong kerjasama untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto: PMJ/ Kemenlu)

“Kerja sama ini penting untuk dilakukan agar kondisi ekonomi dunia menjadi lebih baik, tentunya tanpa mengorbankan ketaatan pada protokol kesehatan,” sambung Retno.

Imbauan ketiga yakni, berkenaan pentingnya terus menjaga perdamaian dan stabilitas wilayah dan dunia.

“Hal ini terus ditekankan oleh Presiden, mengingat rivalitas antara kekuatan besar semakin menajam. Upaya untuk menangani pandemi dan dampak ekonomi akan terhambat, jika isu perdamaian dan stabilitas tidak terus dijaga,” lanjut Menlu.

Berikutnya, isu sentralitas dan soliditas ASEAN juga secara konsisten disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam KTT ASEAN. Indonesia secara konsisten terus menjaga sentralitas dan soliditas ASEAN dan akan terus menjalankannya.

“But we can not do it alone, we need everyone on board. ASEAN harus terus memegang dan melaksanakan prinsip-prinsip yang sudah disepakati bersama,” tambahnya.

“Misalnya di ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan tidak membuka peluang negara manapun untuk menawar prinsip-prinsip tersebut. We have to walk the talk," ungkap Menlu.

Imbauan lain seperti, mengenai penghormatan hukum internasional termasuk UNCLOS 1982. “Pentingnya upaya memperkuat multilateralisme, juga mendapat penekanan di pidato Presiden. Multilateralism that delivers,” tandasnya.(Kemenlu/Fer)

BERITA TERKAIT