Kesehatan

Senin, 12 Oktober 2020 11:47 WIB

Bulan Depan, Vaksin Covid-19 dari China Tiba di Indonesia

Editor: Etty Kadriwaty

Vaksin Sinovac. (Foto: PMJ/ Dok Net)

PMJ – Pemerintah terus melakukan upaya mengatasi pandemi Covid-19. Sabtu lalu, rombongan pemerintah Indonesia bertolak ke China untuk memastikan ketersediaan vaksin yang akan diimpor ke Indonesia. Vaksin Covid-19 ini direncanakan tiba di Indonesia pada November mendatang.

Pada Sabtu (10/10/2020) lalu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir telah bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin untuk memfinalisasi pembelian vaksin.

Ada tiga produsen yang didatangi yaitu Cansino, G24/Sinopharm dan Sinovac. Ketiga perusahaan tersebut sudah masuk tahap akhir dalam uji klinis.

Untuk jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, bergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain. Rinciannya, Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin (single dose) pada November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk 2021.

Kemudian, Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 juta dosis mulai datang pada November 2020.

Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Sinovac akan mengirim 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Sedangkan untuk 2021, Cansino mengusahakan penyediaan 20 juta (single dose), Sinopharm 50 juta (dual dose), dan Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi. Sementara, dual dose dibutuhkan dua kali vaksinasi untuk satu orang.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto (Foto: PMJ News/Dok Net)

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan vaksinasi di Indonesia nantinya dilakukan secara bertahap. Vaksinasi tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga medis dan para medik. Lalu Pelayanan publik, TNI/Polri dan tenaga pendidik.

"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedik, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," kata Terawan dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (12/10).

Sejak akhir September 2020, Kementerian Kesehatan telah melaksanakan pelatihan vaksinasi kepada tenaga kesehatan tentang tata cara vaksinasi Covid-19. Selain itu, pihaknya sudah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia. Sehingga jika vaksin tersebut sudah tiba di Indonesia akan segera dilakukan simulasi di beberapa puskesmas.(Ety-02)

BERITA TERKAIT